Kebudayaan dan tradisi yang berasal dari Sunan Giri menjelang Lebaran Idul Fitri. (Jawapos.com)
JawaPos.com - Kabupaten Gresik memiliki banyak kekayaan sejarah dan budaya, salah satu yang masih tetap lestari dan menjadi potensi unggulan bagi masyarakat di Kabupaten Gresik adalah tradisi Pasar Bandeng.
Pasar Bandeng merupakan tradisi menjelang lebaran di Kabupaten Gresik yang dilaksanakan pada malam ke 25 hingga malam akhir Bulan Ramadhan. Adanya tradisi pasar bandeng juga tak lepas dari letak geografis Kabupaten Gresik sebagai daerah pesisir pantai Utara pulau Jawa.
Teritorial laut memanjang mulai dari Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah, Panceng serta kecamatan Sangkapura dan Tambak Bawean.
Berdasarkan catatan sejarah, asal mulanya pasar bandeng sudah berusia ratusan tahun. Budaya pasar bandeng ini sudah ada sejak dimulainya penyebaran agama Islam awal oleh salah satu Wali Songo yaitu Raden Paku dengan sebutan Sunan Giri.
Pasar bandeng hadir untuk memenuhi kebutuhan para santri Sunan Giri di pondok pesantren bernama "Giri Kedaton", saat ini dikenal dengan Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Adanya tradisi pasar bandeng bermula dari kebiasaan santri Sunan Giri menjelang Lebaran abad ke 15. Santri Sunan Giri yang berasal dari berbagai daerah, seperti dari Jawa, Ambon, Hitu, Makasar, Sumatera, Kalimantan serta kawasan kepulauan lainnya, saat hendak melakukan mudik lebaran (pulang kampung) ke daerahnya masing- masing, selalu menyempatkan membawa oleh-oleh khas dari Kabupaten Gresik.
Tradisi pasar bandeng umumnya dimanfaatkan para santri turun dari bukit Giri Kedaton menuju pasar Gresik untuk mencari oleh-oleh yang menjadi khas Kabupaten Gresik.
Kala itu olahan ikan bandeng menjadi makanan khas Kabupaten Gresik sehingga banyak santri yang memilih ikan bandeng untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
“Secara tidak langsung, banyaknya santri dan pedagang yang melakukan jual beli membentuk sebuah pasar, disebutlah Pasar Bandeng. Keramaian pasar bandeng semakin meriah dengan diadakan Kontes Bandeng Tradisional,” tulis Eko Jarwanto dalam bukunya berjudul Buku Gresik Punya Sejarah.
Kontes ikan bandeng tradisional atau dikenal dengan "Bandeng Kawak" merupakan sebuah ajang kompetisi petani tambak bandeng yang ada di Kabupaten Gresik untuk menunjukkan hasil tambak perikanannya.
“Ikan primadona tersebut (Ikan Bandeng) menjadi ikan paling enak dan paling mahal. Gresik menjadi sangat terkenal dengan bandeng kawakan yakni ikan bandeng yang dipelihara selama satu sampai dua tahun,” terangnya.
Dalam puncak acara kontes pasar bandeng, Ikan yang berukuran besar itu akan dibawa ke atas panggung untuk di timbang dan diukur. Ikan bandeng yang paling besar, berat, dan tanpa cacat fisik dapat menerima hadiah senilai 05 sampai 20 juta Rupiah.
Salah satu Budayawan Kabupaten Gresik tersebut menceritakan kontes lelang ikan bandeng tradisional pada tahun 2023. Pelelangan hasil bumi berupa ikan bandeng dimenangkan oleh warga Desa Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik dengan ukuran ikan bandeng kawak seberat 9 Kilogram. Langsung dibeli oleh Wakil Gubernur Jawa Timur dengan harga 5 juta Rupiah.
“Diakui bahwa bandeng yang enak berasal dari Mengare, karena lokasi Mengare berdekatan dengan pantai sehingga bandeng tidak mengandung bau tanah dalam dagingnya, dengan kata lain lebih gurih,” pungkasnya.
Harga ikan bandeng dipatok dengan angka mahal pada saat awal dibuka, Masyarakat asli Kabupaten Gresik biasanya akan keluar dari rumah sekitar pukul 01.00 sampai 02.00 WIB, dini hari hingga setelah Shalat Subuh, karena para penjual ikan bandeng akan menurunkan harga ke arah normal, atau sedikit di atas harga normal.
Tradisi pasar bandeng tahun 2024 sekarang ini akan digelar pada hari Sabtu sampai Senin besok tanggal 06 -- 08 April 2024. Untuk penutupan pada tradisi pasar bandeng ini dengan melakukan membakar beberapa ikan bandeng kawak dan pesta kembang api di Alun-Alun Kabupaten Gresik dengan tujuan mempersatukan masyarakat Kabupaten Gresik dan menjaga tradisi Pasar Bandeng agar tetap lestari.
Dan juga sebagai media untuk mempererat Tali Silaturrahmi seluruh unsur masyarakat dan memperkenalkan potensi wisata masyarakat Kabupaten Gresik ke masyarakat umum.