
Kondisi Jalan Pahlawan, Kota Semarang, yang tergenang akibat curah hujan tinggi pada Rabu (13/3) malam.
JawaPos.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan dampak banjir yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, dilakukan cepat dan tepat. Hal itu untuk mengurangi risiko yang makin besar terhadap masyarakat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, selain mengerahkan petugas gabungan reaksi cepat, pemerintah daerah juga telah mendirikan posko darurat, sejak Rabu (13/3) malam. Posko darurat yang memfasilitasi upaya pengawasan evakuasi, logistik, dapur umum, hingga pusat komunikasi, itu didirikan di Jalan Pemuda - Balai Kota Semarang.
”Kemudian, telah mengoperasikan sebanyak dua unit mesin pompa portable untuk mengurangi volume air banjir yang menggenangi beberapa ruas jalan utama-permukiman warga di Kota Semarang,” ujar Abdul Muhari seperti dilansir dari Antara.
Informasi yang dihimpun Pusdalops BNPB, pompa portable itu dioperasikan menyedot genangan air di Jalan Gebanganom Raya dan kawasan RW 15 Kelurahan Tanjungmas.
”Proses evakuasi warga dari rumah yang terdampak banjir cukup parah dilakukan tim gabungan reaksi cepat,” ujar Abdul.
Melihat kondisi di lapangan yang masih diguyur hujan dan petugas pun disibukkan dengan proses evakuasi warga, BNPB belum dapat memastikan berapa jumlah korban yang terdampak banjir.
Hujan intensitas sedang-deras yang mengguyur sejak Rabu (13/3) siang-malam menyebabkan volume air sungai meningkat dan ditambah air kiriman gelombang tinggi di wilayah pesisir pantai utara. Kedua fenomena alam itu menjadi pemicu banjir yang melanda Kota Semarang.
Setidaknya hingga Kamis (14/3) pagi, banjir masih menggenangi sebagian besar wilayah Kota Semarang dengan ketinggian 15-80 sentimeter dan melumpuhkan arus lalu lintas di kota itu. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Martanto mengatakan, sejumlah wilayah yang terdampak banjir antara lain Jalan Kaligawe di Kelurahan Muktoharjo, Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Krobokan, serta Kelurahan Kudu.
Endro menambahkan, titik yang banjir mengalami tren kenaikan menyusul hujan yang masih mengguyur Kota Semarang. Selain banjir, tanah longsor akibat cuaca buruk juga terjadi di sejumlah wilayah di Kota Semarang.
”Sementara ada laporan 10 kejadian tanah longsor,” tutur Endro.
Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam berbagai bencana hidrometeorologi tersebut. Berbagai upaya sudah dilakukan BPBD, seperti menyiagakan pompa portabel di titik yang dilanda banjir, melakukan penanganan sementara di titik-titik longsor, serta melakukan pembersihan lokasi pohon tumbang akibat cuaca buruk.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
