Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Februari 2024 | 01.17 WIB

Digelar Tiap Menjelang Ramadan, Perayaan Nyadran di Desa Balongdowo Sidoarjo Tahun 2024 Berlangsung Meriah

Suasana tradisi nyadran di Desa Balongdowo, Candi, Sidoarjo. (Radar Sidoarjo)

JawaPos.com – Warga Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar perayaan nyadran menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan itu memang telah menjadi tradisi dari warga desa yang dilakukan setiap tahun dengan arak-arakan perahu menuju makam Dewi Sekardadu.

Nyadran diawali dengan kegiatan arak-arakan perahu yang membawa tumpeng raksasa dan berisi hasil bumi masyarakat. Tumpeng tersebut nantinya akan dinikmati bersama warga lainnya. Warga meyakini akan mendapat keselamatan dan rezeki terutama bagi sebagian besar warga yang berprofesi di laut sebagai nelayan.

Amiril Mukminin selaku Kepala Desa Balongdowo mengatakan bahwa kegiatan nyadran ini biasa dilakukan diakhir bulan Ruwah. Karena warga mempercayai jika kegiatan tersebut dilakukan akan mendapat rezeki yang berlimpah ke depannya.

“Ritual nyadran ini dilakukan rutin setiap tahun diakhir bulan Ruwah, dengan harapan warga desa yang berprofesi mencari kupang mendapat hasil yang lebih berlimpah,” ujarnya pada hari Minggu (25/2) seperti dilansir dari Radar Sidoarjo (JawaPos Group).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu bukan hanya sekadar menikmati hasil bumi secara bersama-sama saja, tetapi juga digelar kegiatan istighosah dan doa bersama. Sekaligus sebagai upaya melestarikan tradisi kebudayaan leluhur warga desa.

“Nyadran ini merupakan bentuk melestarikan atau uri-uri budaya warisan leluhur, jangan sampai warisan leluhur ini mati suri,” ucapnya.

Salah seorang warga Desa Balongdowo yang turut berpartisipasi dalam kegiatan nyadran bernama Agus Setiawan mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Walaupun dirinya masih muda, tetapi ia sangat antusias untuk mengetahui warisan budaya leluhurnya.

“Kami dari kalangan muda turut bangga dapat terlibat memeriahkan kegiatan nyadran ini. Meskipun hanya dengan membawa perangkat sound system,“ kata dia.

Kecintaan pada tradisi warisan leluhur itu membuatnya rela menghabiskan uang Rp 30 juta untuk menyewa perahu dan perlengkapan sound system. Ia menyatakan bahwa tradisi tersebut patut untuk terus dihidupkan.

“Anak muda yang ikut dalam perahu sebanyak 20 orang, biaya untuk menyewa perahu dan sound system itu ditanggung bersama,” pungkasnya.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore