
DILESTARIKAN: Masyarakat mengarak tumpeng ageng menuju makam Mbah Jimat dalam tradisi Nyadran, kemarin. (Sofan Kurniawan/JPRM)
JawaPos.com - Masyarakat Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto Kota Mojokerto melestarikan tradisi nyadran pada Kamis (22/2).
Ratusan warga mengarak tumpeng ageng sebagai simbol gotong royong dan mengharmoniskan kebhinekaan.
Diiringi pawai budaya, tumpeng setinggi kurang lebih 2 meter ramai-ramai diusung dari jalan kampung menuju area makam mbah Jimat sesepuh setempat.
Warga juga turut membawa asahan yang berisi berbagai makanan olahan, hasil bumi, serta serabi yang jajanan khas dalam tradisi hang ruwah dusun atau nyadran.
"Harapannya semoga nyadran ini bisa meningkatkan guyub rukun masyarakat di Lingkungan kemasan di dalam kebhineka tunggal ika-an," ujar Lurah Blooto, Wahyudi kepada Radar Mojokerto dilansir pada Jumat (23/2).
Setelah memanjatkan doa bersama, warga langsung saling berebut untuk mengambil makanan yang ada di tumpeng ageng.
Selanjutnya warga melakukan purakan atau makan bersama-sama di area makam.
"Tujuannya kita kirim doa kepada leluhur dan ahli kubur kita semua yang sudah mendahului menghadap yang maha kuasa," tambahnya
Sementara itu Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro yang juga turut hadir mengatakan tradisi nyadran merupakan kegiatan yang baik dan positif.
Karena dalam budaya Jawa, ruwahan sebagai wujud dalam menghormati leluhur memelihara lingkungan serta bentuk syukur.
"Kita juga berdoa semoga seluruh warga di Lingkungan Kemasan dan Kelurahan Blooto dijauhkan dari bahaya," jelasnya
Ali Kuncoro juga mengapresiasi masyarakat lingkungan kemasan yang masih merawat tradisi warisan nenek moyang.
Karena di dalam kegiatan nyadran juga turut mengajak warga untuk saling bersedekah.
"Seluruh masyarakat berbagai melalui tumpengan bareng dan makan bareng. Yakinlah apa yang kita bagi pasti akan kembali berlipat-lipat," tambahnya
Sebelumnya rangkaian tradisi nyadran juga telah dilaksanakan festival 2024 serabi yang dilaksanakan pada Minggu (18/2).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
