Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 19.12 WIB

Yuk Mengenal Tradisi Nyadran dan Kirab Tumpeng Ageng

DILESTARIKAN: Masyarakat mengarak tumpeng ageng menuju makam Mbah Jimat dalam tradisi Nyadran, kemarin. (Sofan Kurniawan/JPRM) - Image

DILESTARIKAN: Masyarakat mengarak tumpeng ageng menuju makam Mbah Jimat dalam tradisi Nyadran, kemarin. (Sofan Kurniawan/JPRM)

JawaPos.com - Masyarakat Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto Kota Mojokerto melestarikan tradisi nyadran pada Kamis (22/2).

Ratusan warga mengarak tumpeng ageng sebagai simbol gotong royong dan mengharmoniskan kebhinekaan.

Diiringi pawai budaya, tumpeng setinggi kurang lebih 2 meter ramai-ramai diusung dari jalan kampung menuju area makam mbah Jimat sesepuh setempat.

Warga juga turut membawa asahan yang berisi berbagai makanan olahan, hasil bumi, serta serabi yang jajanan khas dalam tradisi hang ruwah dusun atau nyadran.

"Harapannya semoga nyadran ini bisa meningkatkan guyub rukun masyarakat di Lingkungan kemasan di dalam kebhineka tunggal ika-an," ujar Lurah Blooto, Wahyudi kepada Radar Mojokerto dilansir pada Jumat (23/2).

Setelah memanjatkan doa bersama, warga langsung saling berebut untuk mengambil makanan yang ada di tumpeng ageng.

Selanjutnya warga melakukan purakan atau makan bersama-sama di area makam.

"Tujuannya kita kirim doa kepada leluhur dan ahli kubur kita semua yang sudah mendahului menghadap yang maha kuasa," tambahnya

Sementara itu Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro yang juga turut hadir mengatakan tradisi nyadran merupakan kegiatan yang baik dan positif.

Karena dalam budaya Jawa, ruwahan sebagai wujud dalam menghormati leluhur memelihara lingkungan serta bentuk syukur.

"Kita juga berdoa semoga seluruh warga di Lingkungan Kemasan dan Kelurahan Blooto dijauhkan dari bahaya," jelasnya

Ali Kuncoro juga mengapresiasi masyarakat lingkungan kemasan yang masih merawat tradisi warisan nenek moyang.

Karena di dalam kegiatan nyadran juga turut mengajak warga untuk saling bersedekah.

"Seluruh masyarakat berbagai melalui tumpengan bareng dan makan bareng. Yakinlah apa yang kita bagi pasti akan kembali berlipat-lipat," tambahnya

Sebelumnya rangkaian tradisi nyadran juga telah dilaksanakan festival 2024 serabi yang dilaksanakan pada Minggu (18/2).

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore