
Photo
JawaPos.com– Tragedi di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu kembali terjadi. Di wilayah hukum Pasuruan, Jawa Timur. Lima orang meninggal. Saat hendak berangkat Yasinan, kereta menyambar mereka. Satu keluarga. Ayah, ibu, dan anak-anaknya. Bunyi peluit kereta beberapa detik sebelumnya itupun seolah menjadi penanda kematiannya.
Kini, sekeluarga tersebut hanya menyisakan satu orang. Anak sulung. Yakni, Muhammad Soleh Marzuki, yang saat kejadian berada di pondok pesantren. Minggu (1/1), bersamaan dengan tanggal pertama 2023, remaja 15 tahun itu melepas anggotanya keluarganya di pemakaman desa setempat. Tampak tegar di tengah kepiluan.
Seluruh keluarga besar korban juga berdatangan ke rumah duka, Desa Kebonsari, RT 3, RW 6, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Demikian juga teman mengaji Soleh. Mereka berupaya menyemangati remaja yang kini telah yatim-piatu itu.
Sekitar pukul 08.30 WIB, lima jenazah korban dimakamkan di TPU Kelurahan Gadingrejo, Panggungrejo. Makam korban berjejer. Yakni, ayah Soleh, Muhammad Said, 40; ibundanya, Mina Komariyah, 33, serta ketiga adiknya masing-masing Anisah Choiril Waro, 12; Atikatul Himmah, 7, dan Muhammad Faizin, 4.
“Saya harus ikhlas, harus kuat. Ini sudah takdir,” ucap Soleh sepulang dari TPU seperti dilansir Jawa Pos Radar Bromo.
Menurut Fuad Syafi’i, Pakde Soleh, mengaku sungguh tidak tega melihat keponakannya itu. Meskipun Soleh terlihat tegar mengiringi pemakaman keluarganya. “Tidak hanya sedih karena kehilangan saudara. Tapi, juga sedih melihat keponakan kehilangan keluarganya,” ujarnya.
Fuad menyebut, memang sering terjadi kecelakaan di perlintasan KA tanpa palang pintu di Dusun Kasuruan, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, itu. Di sana, pluit KA kadang mati. Tidak berbunyi. Kondisi penerangan juga gelap. Karena itu, sering terjadi kecelakaan.
“Apalagi tidak ada palang pintu serta pengamanan di lintasan tersebut,” ujar warga Dusun Kasuran, Desa Rejoso Lor itu.
Sementara itu, Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Azhar Zaki Assjari mengatakan, saat ini pihaknya untuk sementara menutup lintasan kendaraan masuk yang melewati lintasan KA di Rejoso Lor. Mengingat, sudah berkali-kali jatuh korban di wilayah Kabupaten Pasuruan bagian timur itu.
“Jalur kendaraan itu akan ditutup karena rawan kecelakaan. Selanjutnya akan kami pantau,” ujarnya.
Azhar Zaki menegaskan, pihaknya juga akan mendiskusikan masalah ini dengan pemda setempat. Baik di kabupaten dan Kota Pasuruan, juga di Probolinggo. Tujuannya, menemukan solusi untuk meminimalkan korban kecelakaan di perlintasan kereta. Sebab, jika tidak, jalur perlintasan kereta api sebidang akan selalu disalahgunakan. Sebab, sebetulnya lintasan KA sudah ada peraturannya.
Dia menyatakan, mekanisme untuk mengurangi kecelakaan kendaraan yang melintas di jalur kereta perlu dibahas. Selain itu, akan dibahas pengaturan lintasan KA di jalur yang berbahaya. “Harus duduk bareng untuk membahas ini. Dan penutupan itu akan berlaku hingga pembahasan ini menemukan solusi,” katanya.
Sebelumnya, Sabtu (31/12) malam, satu keluarga asal Kelurahan Kebonsari, Pasuruan, itu meregang nyawa dihantam KA Tawangalun di perlintasan Rejoso. Insiden itu terjadi pukul 19.00 WIB. Menurut Niman, salah seorang kerabat korban, sekeluarga itu mengendarai motor Vario bernopol N 2977 VH.
Mereka mau ikut Yasinan di rumah adik perempuan Aminah, yang bernama Kurnia Rozabi di Desa Kasuran, RT 4, RW 6, Kecamatan Rejoso. Sejatinya, mereka nyaris sampai di rumah pemilik acara. Sudah di ujung gang. Namun, untuk bisa sampai, mereka harus melewati perlintasan KA.
Nah, saat hendak menyeberang itulah, pengemudi motor diduga tidak melihat KA Tawangalun yang melaju dari barat ke timur. Seketika itu KA langsung menabrak hingga kelima korban meninggal dunia. Kabar duka itupun membuat pilu para undangan.
“Langsung kaget, saya pun langsung pergi ke rumah sakit Purut (RSUD dr Soedarsono, red). Sebenarnya anaknya empat. Yang pertama ada di pondok,” ujar Niman.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Azhar Zaki Assjari mengatakan, pada pukul 18.31 WIB, pihaknya menerima laporan dari Pusat Pengendali Daop 9 Jember. Meneruskan laporan dari Awak Sarana Perkeretaapian KA 313 (Tawangalun) relasi Malang-Ketapang. Bahwa, KA izin Berhenti Luar Biasa (BLB) di Km 70 +0/1. Pasalnya, menabrak pengendara motor di perlintasan yang tak berpalang pintu dan tak tidak dijaga. Lokasinya, km 69+3/4 petak jalan Pasuruan-Rejoso.
Menurut keterangan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) atau Masinis KA 313 (Tawangalun), saat KA akan melintas di lokasi tersebut, ASP sudah membunyikan suling lokomotif berkali-kali. Saat bersamaan, ada pengendara motor berboncengan 4 melintas. Tanpa memedulikan KA akan melintas. Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan pun tidak terhindarkan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
