Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 15.10 WIB

Akibat Banjir Luapan Kali Lamong, Sekolah di Gresik Terpaksa Dilakukan Daring

Ilustrasi banjir. Aris Wasita/Antara

 
JawaPos.com - Banjir yang menggenang wilayah Gresik Selatan dikabarkan juga berdampak kepada sejumlah sekolah negeri.
 
Alhasil, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik mengumumkan kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara daring.
 
Hal ini terpaksa dilakukan lantaran sekolah yang tergenang banjir tidak dapat digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
 
 
Sekretaris Dispendik Kabupaten Gresik Herawan Eka Kusuma mengungkapkan terdapat enam sekolah yang dikabarkan terendam banjir. Sekolah tersebut terdiri dari lima sekolah dasar dan satu sekolah menengah.
 
"Sekolah tersebut yakni UPT SDN 99, UPT SDN 110, UPT SDN 116, UPT SDN 127 dan UPT SDN 143. Serta UPT SMPN 8 Driyorejo," ujarnya melansir dari Radar Gresik (JawaPos Grup) Selasa (20/2).
 
Ia menyatakan kondisi SDN di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang dan SMPN Kecamatan Driyorejo kini tidak layak untuk ditempati.
 
 
"Karena sekolah tidak bisa ditempati. Untuk sementara kegiatan belajar mengajar digelar secara daring," ungkapnya.
 
Ia juga berharap banjir yang menggenang wilayah Gresik Selatan dapat segera surut hingga sekolah dapat dibersihkan dan digunakan kembali.
 
"Kami masih menunggu laporan. Infonya beberapa sudah mulai surut," pungkasnya.
 
 
Diketahui banjir yang melanda 18 Desa di lima kecamatan disebabkan karena luapan Kali Lamong.
 
Banjir yang menggenangi 18 desa tersebut dinilai menjadi banjir paling parah akibat luapan Kali Lamong.
 
Kondisi Desa Terdampak
 
Berdasarkan data yang diperoleh terdapat enam desa yang menjadi korban, yaitu  Desa Dapet yang dimana air menggenangi jalan, rumah dan puluhan hektar sawah.
 
 
Kemudian, Desa Wotansari, 290 rumah, yang telah menelan puluhan hektar sawah dan jalan tergenang. 
 
Desa Karangsemanding juga menjadi salah satu desa yang terdampak, akibatnya125 rumah, puluhan hektar sawah, masjid, SD dan jalan tergenang.
 
Desa Sekarputih, mengakibatkan puluhan hektar sawah, 165 rumah serta jalan tergenang.
 
 
Kondisi terkini Desa Banjaragung, air hanya menggenangi sawah dan, sementara Desa Pucung puluhan hektar sawah, jalan, dan 9 rumah tergenang air.
 
Selanjutnya, di Kecamatan Benjeng, empat desa tergenang air. Diantaranya, di Desa Sedapurklagen Pustu, Balai Desa, Pemakaman Umum, SDN, sawah, dan jalan tergenang.
 
Desa Deliksumber, air menggenangai SDN, masjid, 10 rumah, jalan dan sawah. 
 
 
Desa Lundo, air menggenangi jalan, sedangkan di Desa Kedungrukem air menggenangi 5 rumah, sawah dan jalan.
 
Selanjutnya, di Kecamatan Cerme banjir menggenangi dua desa, yakni Desa Dungus. Dimana air telah merendah 30 rumah, TK, Musala, Makam, sawah dan jalan. Serta di Desa Pandu air menggenangi jalan.
 
Selain banjir karena luapan Kali Lamong, dikabarkan juga terjadi banjir di Kecamatan Menganti dan Driyorejo. Banjir di dua lokasi tersebut disebabkan oleh genangan air.
 
 
Di Driyorejo, banjir telah merendam empat desa. Yaitu, Desa Kesamben Wetan,  Desa Sumput, dan Desa Petiken, selain itu air juga menggenangi jalan. 
 
Sementara Desa Cangkir, air menggenangi pemukiman, sekolah, jalan dan sawah.
 
Sedangkan di Kecamatan Menganti, air menggenangi dua desa. Yakni,  Desa Bringkang menggenangi Perum Oma Indah Menganti, Perum Graha Menganti 1,dan Dusun Talun.
 
 
Kemudian kondisi terkini Desa Pranti, air sudah menggenangi Perumahan Graha Menganti 2.
 
Plt BPBD Gresik Suyono mengungkapkan di Menganti dan Driyorejo disebabkan genangan akibat hujan, sementara banjir di Kecamatan Benjeng, Cerme, dan  Balongpanggang, disebabkan luapan Kali Lamong.
 
"Kami telah menerjunkan tim memantau di lokasi serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Kami juga mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat," ujarnya melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Driatmiko Herlambang.
 
 
Ia mengatakan, pompa Air BBWS Bengawan Solo masih bersiaga di Perum Oma Indah Menganti dan Perum Graha Menganti 1, sementara pompa air DPUTR Gresik masih bersiaga di Perum Graha Menganti 2.
 
"PU juga melakukan pengerukan sejumlah sungai dan saluran," ungkap Suyono. 

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore