Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Februari 2024 | 20.10 WIB

18 Desa di Gresik Selatan Terendam Banjir, Dinas Terkait Masih Berusaha Atasi Masalah Tersebut

MEMANTAU: Petugas BPBD Gresik saat memantau ke lokasi Banjir, Desa Pandu, Kecamatan Cerme. (Dok/Radar Gresik) - Image

MEMANTAU: Petugas BPBD Gresik saat memantau ke lokasi Banjir, Desa Pandu, Kecamatan Cerme. (Dok/Radar Gresik)

JawaPos.com - Hujan lebat yang turun dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan sejumlah wilayah di Gresik selatan kembali terkena dampak banjir.

Dikutip dari Radar Gresik (JawaPos Grup) Senin (19/2), banjir tersebut merendam 18 desa di lima kecamatan. Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Balongpanggang karena luapan Kali Lamong.

Data yang berhasil dikumpulkan menunjukkan bahwa banjir di Balongpanggang menyebabkan enam desa terendam.

Desa Dapet tergenang air yang menggenangi jalan, rumah, dan puluhan hektar sawah. Sementara itu, Desa Wotansari mengalami banjir dengan 290 rumah, puluhan hektar sawah, dan jalan terendam.

Di Desa Karangsemanding, 125 rumah, puluhan hektar sawah, masjid, sekolah dasar, dan jalan ikut tergenang.

Selain itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Benjeng, di mana empat desa terdampak. Desa Sedapurklagen Pustu, SDN, Balai Desa, pemakaman umum, jalan, dan sawah tergenang air.

Di Desa Deliksumber, 10 rumah, sekolah dasar, masjid, jalan, dan sawah terendam. Sementara di Desa Lundo dan Kedungrukem, air juga menggenangi rumah, jalan, dan sawah.

Di Kecamatan Cerme, banjir melanda dua desa. Desa Dungus terendam air yang menggenangi 30 rumah, musala, taman kanak-kanak, pemakaman, jalan, dan sawah. Sedangkan di Desa Pandu, banjir hanya mempengaruhi jalan.

Selain banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Lamong, banjir juga terjadi di Kecamatan Driyorejo dan Menganti karena genangan air.

Di Driyorejo, banjir me-rendam empat desa, termasuk Desa Sumput, Kesamben Wetan, dan Petiken. Sementara di Desa Cangkir, banjir melanda sekolah, permukiman, sawah, dan jalan.

Di Kecamatan Menganti, banjir mempengaruhi dua desa, yakni Desa Pranti dan Bringkang, dengan genangan air mencapai perumahan dan dusun di wilayah tersebut.

Plt BPBD Gresik, Suyono, menjelaskan bahwa banjir di beberapa kecamatan tersebut disebabkan oleh luapan Kali Lamong maupun genangan air akibat hujan.

Tim dari BPBD telah dikerahkan untuk memantau dan memberikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak.

"Kami telah menerjunkan tim memantau di lokasi serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Kami juga mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat," ujarnya melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Driatmiko Herlambang.

Pompa air dari DPUTR Gresik dan BBWS Bengawan Solo juga sudah disiapkan di beberapa lokasi untuk membantu mengurangi dampak banjir.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore