Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Februari 2024 | 23.03 WIB

Tinjau Pasar di Surabaya dan Sidoarjo, Pj Gubernur Jatim Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau stok bahan pangan di Surabaya dan Sidoarjo, Sabtu (17/2). - Image

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau stok bahan pangan di Surabaya dan Sidoarjo, Sabtu (17/2).

JawaPos.com–Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau stok bahan pangan atau bahan pokok di Pasar Tambahrejo Surabaya dan Pasar Larangan Sidoarjo, Sabtu (17/2).

Didampingi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Fanshurullah Asa saat meninjau Pasar Tambahrejo Surabaya, Pj Gubernur Adhy berdialog dengan pedagang dan menanyakan update stok dan harga pangan yang dijual. Bahan pangan yang ditinjau di antaranya beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, serta beberapa bahan pokok lain.

Hal serupa juga dilakukan saat meninjau Pasar Larangan Sidoarjo. Pj gubernur ingin memastikan bahwa stok bahan pangan di Jatim dalam kondisi aman dan harganya terkendali.

Usai meninjau kedua pasar tersebut, Pj Gubernur Adhy menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir karena setelah dilakukan sidak, dipastikan seluruh stok bahan pokok tersedia.

”Saya senang semua leading sektor melakukan operasi pasar terpadu bersama-sama. Setelah kita sidak, semua stok bahan pokok tersedia dan beberapa harga kita lihat masih normal,” kata Adhy.

Kendati stok tersedia, Pj Gubernur Adhy menemukan beberapa bahan pokok mengalami kenaikan di atas HET. Di Pasar Tambahrejo misalnya, untuk beras medium mengalami kenaikan Rp 482/Kg dari Rp 11.335/Kg menjadi Rp 11.817/Kg atau naik 4,25 persen.

”Sedangkan tingkat kenaikan beras premium sebesar Rp 1.082/Kg dari Rp 13.877/Kg menjadi Rp 14.959/Kg atau naik 7,80 persen,” jelas Adhy.

Hal serupa juga ditemukan di Pasar Larangan Sidoarjo. Kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional ini berada di kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

Harga bawang putih misalnya mengalami kenaikan dari Rp 36 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Cabai rawit mengalami kenaikan dari Rp 75 ribu menjadi Rp 85 ribu per kilo. Harga bawang putih tidak mengalami kenaikan dijual Rp 33 ribu per kilogram.

”Khusus cabai rawit musim hujan ada persoalan me-manage stok agar bisa digunakan dan tahan lama. Ini yang sedang kita upayakan untuk mengatur semua,” kata Adhy.

Meski beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, Pj Gubernur Adhy memastikan harga tersebut yang terendah di Pulau Jawa. ”Kalau kita bandingkan, harga kita adalah yang paling terendah se-Pulau Jawa. Tentu ini kita apresiasi kerja keras semua kepala daerah yang selalu melakukan operasi pasar seperti ini,” terang Adhy.

Dia mengatakan, kenaikan harga beras dipicu menurunnya produksi beras pada Januari sebesar 185.871 ton dan perkiraan produksi pada Februari 389.472 ton. Hal itu mengakibatkan harga gabah kering panen di tingkat petani Rp 7.410/Kg lebih tinggi 48,2 persen dibandingkan harga acuan yang ditetapkan pemerintah Rp 5.000/Kg.

”Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan harga beras di tingkat konsumen. Pedagang menaikkan harga sesuai dengan harga beras yang dibeli dari distributor maupun agen. Ini yang akan kita cari bersama untuk mengatur strategi dan memberikan intervensi kepada distributor maupun agen,” jelas Adhy.

Adhy menambahkan, Pemprov Jatim bersama Bulog telah memberikan bantuan sosial beras kepada distributor untuk memasok kebutuhan semua pasar. Sehingga, kebutuhan beras dan harga cukup.

”Bulog telah meningkatkan cadangan beras pemerintah baik melalui realisasi impor maupun penyerapan beras komersial dari petani melalui mitra Bulog di kabupaten/kota di Jatim,” ujar Adhy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore