Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Februari 2024 | 19.42 WIB

Rawan Erupsi Gunung Kelud, Kawasan Fasilitas Umum di Tempat Wisata Masih Dikaji Ulang

Fasilitas umum wisata Gunung Kelud alami keterlambatan pembangunan.


JawaPos.com
–Suara letusan terdengar sampai Kota Kediri yang jaraknya 45 kilometer. Abunya mencapai Jogjakarta dan mengganggu penerbangan di tujuh bandara. Seperti itulah gambaran dahsyatnya letusan Gunung Kelud sepuluh tahun silam.

Tak ada aktivitas mencolok di Pos Pengamatan Gunung Api Kelud seharian kemarin. Dilansir dari Radar Kediri pada Kamis (15/2), petugas pos pengamatan Dany Erlangga menunjukkan garis yang dibuat seismograf, alat pencatat gempa di pos tersebut. Garisnya normal, seperti garis lurus. Tidak ada getaran-getaran tanda munculnya gempa vulkanik.

”Saat ini masih aman,” ujar Dany Erlangga.

Aktivitas Gunung Kelud yang tidak bisa diprediksi membuat pembangunan infrastruktur di kawasan wisata itu cenderung melambat. Bahkan nyaris tak beranjak signifikan dari sepuluh tahun lalu.

”Karena seringnya terjadi letusan dan tidak bisa diprediksi pihak penyelenggara Gunung Kelud masih belum berani mengambil keputusan pembangunan. Jadi daripada buang-buang anggaran, lebih baik kami mengantisipasinya,” ujar Dany Erlangga.

Menurut dia, kawasan wisata Gunung Kelud tak banyak berubah. Meskipun erupsi sudah sepuluh tahun lamanya. Tak ada fasilitas tambahan yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Dulu, lanjut dia, sebelum ledakan pada 2014, di sekitar kawah ada beberapa fasilitas umum. Mulai dari tempat parkir, musala, terowongan, hingga gedung yang bisa digunakan beragam kegiatan. Setelah letusan hanya terowongan yang tersisa.

Setelah menimbang-nimbang, Pemerintah Kabupaten Kediri pun mengurungkan niat pembangunan fasilitas tambahan di Gunung Kelud. Pembangunan hanya dilakukan untuk fasilitas penunjang. Seperti arah penunjuk jalan, papan tulisan dan bangunan kecil lain. Juga fasilitas umum berupa akses jalan. Mulai dari pintu masuk hingga tempat parkir terakhir, kondisinya masih sama seperti 10 tahun yang lalu.

Sebenarnya hal itu relatif merepotkan bagi pengunjung. Mereka tidak bisa langsung berkendara hingga dekat kawah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore