Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Mei 2018 | 14.35 WIB

Pemprov Diminta Cabut Status Desa Wisata Desa yang Tak Berkembang

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana Prasetyo saat ditemui di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (30/4). - Image

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana Prasetyo saat ditemui di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (30/4).

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta mencabut status desa wisata milik desa yang tidak bisa mempertahankan potensi pariwisatanya. Hal ini menyusul kian banyaknya desa wisata yang meredup.


Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana Prasetyo, menuturkan pihaknya sudah membahas hal tersebut dalam ajuan Raperda Desa Wisata. Di mana pada salah satu point mengacu pada evaluasi sebuah desa wisata.


“Di Raperda yang kita ajukan, kalau desa wisata tidak berkembang statusnya harus dicabut, jangan dipertahankan,” ujar Didiek saat ditemui di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (30/4).


Menurutnya, saat ini cukup banyak desa wisata di provinsinya yang memiliki potensi menarik kunjungan turis domestik maupun mancanegara. Namun demikian, potensi itu belum digarap secara maksimal. 


"Padahal, sudah mengajukan diri untuk menjadi desa wisata dan disetujui oleh pemerintah daerah. Kalau sudah jadi desa wisata ya harus siap mengembangkan potensi wisata daerahnya supaya efektif,” lanjutnya.


Didiek berharap keberadaan Perda ini mampu memicu kesadaran masyarakat dalam mengeksplorasi potensi desa masing-masing. Pasalnya, ia menyebut potensi yang tergarap dengan baik bisa berujung pada peningkatan perekonomian warga setempat.


‘Raperdanya sudah jadi dan sedang uji publik. Bagi masyarakat yang ingin memberi masukan, kami tunggu suaranya. Semoga, tahun depan perdanya sudah bisa diterapkan,” harapnya.


Sementara Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Prambudi, menyebutkan saat ini ada sekitar 229 desa wisata tersebar di 35 kabupaten/kota se-Jateng. Ia tak menampik beberapa di antaranya ada yang tidak berkembang.


Meski demikian, Prambudi enggan menyebutkan berapa jumlah desa wisata yang selama ini dinilai kurang mampu berkembang itu. Ia berujar semua desa wisata pada dasarnya memiliki potensi wisata, meski belum digarap secara optimal.


“Kami sudah pantau perkembangannya dan nanti kesulitan-kesulitan di lapangan kita bantu. Kami akan kembangkan semuanya, tak ada prioritas. Karena masing-masing punya keunikan yang mampu menjadi magnet wisatawan,” tegasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore