
Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana Prasetyo saat ditemui di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (30/4).
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta mencabut status desa wisata milik desa yang tidak bisa mempertahankan potensi pariwisatanya. Hal ini menyusul kian banyaknya desa wisata yang meredup.
Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana Prasetyo, menuturkan pihaknya sudah membahas hal tersebut dalam ajuan Raperda Desa Wisata. Di mana pada salah satu point mengacu pada evaluasi sebuah desa wisata.
“Di Raperda yang kita ajukan, kalau desa wisata tidak berkembang statusnya harus dicabut, jangan dipertahankan,” ujar Didiek saat ditemui di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (30/4).
Menurutnya, saat ini cukup banyak desa wisata di provinsinya yang memiliki potensi menarik kunjungan turis domestik maupun mancanegara. Namun demikian, potensi itu belum digarap secara maksimal.
"Padahal, sudah mengajukan diri untuk menjadi desa wisata dan disetujui oleh pemerintah daerah. Kalau sudah jadi desa wisata ya harus siap mengembangkan potensi wisata daerahnya supaya efektif,” lanjutnya.
Didiek berharap keberadaan Perda ini mampu memicu kesadaran masyarakat dalam mengeksplorasi potensi desa masing-masing. Pasalnya, ia menyebut potensi yang tergarap dengan baik bisa berujung pada peningkatan perekonomian warga setempat.
‘Raperdanya sudah jadi dan sedang uji publik. Bagi masyarakat yang ingin memberi masukan, kami tunggu suaranya. Semoga, tahun depan perdanya sudah bisa diterapkan,” harapnya.
Sementara Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Prambudi, menyebutkan saat ini ada sekitar 229 desa wisata tersebar di 35 kabupaten/kota se-Jateng. Ia tak menampik beberapa di antaranya ada yang tidak berkembang.
Meski demikian, Prambudi enggan menyebutkan berapa jumlah desa wisata yang selama ini dinilai kurang mampu berkembang itu. Ia berujar semua desa wisata pada dasarnya memiliki potensi wisata, meski belum digarap secara optimal.
“Kami sudah pantau perkembangannya dan nanti kesulitan-kesulitan di lapangan kita bantu. Kami akan kembangkan semuanya, tak ada prioritas. Karena masing-masing punya keunikan yang mampu menjadi magnet wisatawan,” tegasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
