Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 September 2022 | 21.15 WIB

Petugas Selidiki Pemicu Lahan Kering Terbakar di Tol Pejagan–Pemalang

Petugas mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di ruas tol Pejagan-Pemalang di Brebes, Minggu (18/9). Satlantas Polres Brebes/Antara - Image

Petugas mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di ruas tol Pejagan-Pemalang di Brebes, Minggu (18/9). Satlantas Polres Brebes/Antara

JawaPos.com – Jalur A (arah timur) ruas tol Pejagan–Pemalang Km 253 sempat ditutup beberapa saat kemarin (19/9). Yaitu, saat petugas Satlantas Polres Brebes dan Korlantas Polri melakukan olah TKP tabrakan beruntun yang menewaskan Muhammad Singgih Adika, putra Jaksa Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Amir Yanto, pada Minggu (18/9) siang.

Kasatlantas Polres Brebes AKP Edi Sukamto menjelaskan, olah TKP dilakukan untuk mengetahui posisi mobil yang terlibat dalam kecelakaan. Sekaligus memastikan penyebab utama terjadinya kecelakaan beruntun. ”Kami melakukan olah TKP untuk menentukan titik-titik kendaraan karena ada sembilan kendaraan,” kata Edi dilansir dari Radar Brebes.

Dugaan sementara, kecelakaan beruntun terjadi akibat kepulan asap pekat dari kebakaran lahan kering yang masih berada di dalam area ruas milik jalan (rumija). Kepulan asap itu mengganggu pandangan pengemudi hingga memicu tabrakan.

Polisi juga menyelidiki penyebab terbakarnya lahan kering, apakah ada unsur kesengajaan ataupun sebab lain.

Kepala Cabang PPTR Ian Dwinanto mengatakan, dari hasil pengamatan CCTV, pada pukul 13.00 sebelum terjadi kecelakaan, sebuah mobil mogok di TKP. Pukul 13.30, mobil derek datang untuk mengevakuasi. Dalam rekaman CCTV itu, belum ada titik api di rumija. Menurut keterangan petugas lapangan, titik api jauh dari ruas jalan tol dan berada di lahan warga.

Photo

MENUTUP JALAN: Polisi melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di tol Pejagan- Pemalang Km 253, Bulakamba, Brebes, kemarin. (RADAR BREBES)

Ian tidak menyangka api dengan cepat menyebar, lalu merembet ke rumija. Berselang 30 menit, saat petugas menangani mobil mogok, api terus menyebar mengikuti arah angin ke selatan timur.

Dia mengungkapkan, petugas rutin berpatroli. Selain memantau kendaraan, mereka mengawasi lingkungan sekitar jalan. Termasuk bila muncul titik api. ”Bukannya kami tidak mengantisipasi. Setiap saat ada petugas yang keliling. Mereka membawa 250 liter air untuk mengantisipasi bila ada titik api,” jelasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore