Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Februari 2024 | 18.41 WIB

Beberapa Sekolah di Kulon Progo Terdampak Pembangunan Tol Solo-Jogja, Berikut Langkah Antisipasi Disdikpora

Kepala Disdikpora Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo (Anom Bagaskoro/RADAR JOGJA) - Image

Kepala Disdikpora Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo (Anom Bagaskoro/RADAR JOGJA)

JawaPos.com - Saat ini proyek pembangunan Tol Solo-Jogjakarta-NYIA di Kulon Progo sudah berada pada tahap pengukuran.

Akibat dari pembangunan proyek tol tersebut, sejumlah sekolah di Kulon Progo ikut terdampak.

Terkait dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo akan segera menyiapkan langkah antisipasi.

"Kami sedang meminta informasi terkait detail trase jalan tol," ucap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo seperti dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Senin (5/2).

Meski belum bisa mengkonfirmasi berapa jumlah pasti sekolah yang terdampak, Arif mengaku sudah menerima laporan dari tiga sekolah yang mengaku terdampak tol.

Sekolah-sekolah tersebut melaporkan bahwa ada patok tol di dekat kawasan sekolah mereka.

Selain memastikan lintasan tol, Arif juga ingin memastikan waktu pembangunan tol di lapangan agar kegiatan belajar mengajar tidak tergantung.

"Pertama kepastian lokasi dan waktu pelaksanaan," ucap Arif.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah skenario apabila sekolah terdampak pembangunan tol.

Skenario pertama yakni dengan mencari tempat sementara untuk pembelajaran. Skenario kedua yakni relokasi sekolah secara fungsional.

Namun, skenario tersebut masih memerlukan kajian. Skenario relokasi memiliki dua skema, yaitu relokasi secara utuh atau penggabungan dengan sekolah lainnya.

Penggabungan sekolah tersebut dimungkinkan apabila orangtua dan wali mengizinkan. Di mana nantinya kegiatan sekolah akan menggunakan sistem shift.

Arif juga memperhatikan terkait adanya kemungkinan pembuatan sekolah sementara sembari menunggu rencana relokasi. Sekolah sementara tersebut dibangun agar kegiatan belajar mengajar tetap ada.

Sekolah sementara juga tidak harus sama seperti sekolah sebelumnya, di mana yang terpenting adalah selama kegiatan belajar mengajar tetap kondusif dan ideal.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore