
Photo
JawaPos.com- Misteri kematian Putri Pujiarti (PP), mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (Unej) pada Sabtu (10/9) lalu, mendapat perhatian luas dari publik. Sejauh ini, Polres Jember masih memeriksa sejumlah saksi. Selain itu, menunggu hasil otopsi dari rumah sakit dan laboratorium dari Polda Jatim.
Kini, Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) turut memberikan atensi kasus tersebut. ’’Polisi mesti mengusut tuntas atas janggalnya kematian saudari PP. Untuk memberi keadilan dan kepastian hukum,’’ kata Ketua Umum Pengurus Pusat KAUJE Muhammad Sarmuji kepada Jawa Pos, Kamis (15/9).
Anggota DPR RI dari Partai Golkar itu berharap saksi-saksi yang mengetahui kasus kematian PP itu harus diperiksa. Terutama, laki-laki yang dikabarkan sebagai teman dekat dan berinteraksi dengan korban. ‘’Jika keluarga korban memerlukan kita, maka akan minta alumni dari hukum menjadi pengacara untuk mendampingi,’’ kata politikus yang juga alumnus FEB Unej tersebut.
Sebelumnya, PP yang merupakan mahasiswi D-3 Kesekretariatan FEB Unej PP meninggal dunia. Kejadian itu setelah korban bertemu dengan teman prianya di kawasan kampus Unej, pada Sabtu (10/9) lalu. Seusai bertemu, korban diantar laki-laki misterius itu ke rumah kos temannya. Namun, PP sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Lalu, oleh teman kos itu dibawa Unej Medical Center (UMC). Nahas, saat tiba di UMC, PP sudah dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi. ”Hingga kini sudah ada delapan saksi yang dimintai keterangan dalam penyelidikan meninggalnya seorang mahasiswi Unej itu,” kata Kepala Unit Pidana Umum Kepolisian Resor Jember Inspektur Dua Bagus Dwi Setiawan seperti dilansir dari Antara di Jember, Kamis (15/9).
Menurut dia, delapan orang yang diperiksa tersebut merupakan teman korban yang berada di pesantren dan FEB Unej. Kemudian orang tua dan teman pria yang ditemuinya sebelum meninggal dunia. ”Kami masih menunggu hasil pemeriksaan otopsi dari dokter untuk mengetahui penyebab meninggalnya mahasiswi angkatan tahun 2021 tersebut,” tutur Bagus.
Dia menyebut, penyidik belum menemukan tanda-tanda tindak kekerasan atau terjadinya penganiayaan di tubuh korban. Karena itu, aparat kepolisian masih terus menyelidiki dan belum bisa memastikan apakah korban meninggal dunia karena dianiaya atau memiliki riwayat sakit.
Sementara itu, Koordinator Humas Unej Rokhmad Hidayanto mengatakan, pihak Unej siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan aparat kepolisian. Namun, mahasiswi tersebut meninggal dunia tidak pada saat melakukan aktivitas perkuliahan di kampus.
”Mahasiswi tersebut sempat dibawa ke UMC oleh temannya dalam keadaan tidak sadarkan diri, namun petugas medis memastikan bahwa mahasiswi tersebut sudah meninggal dunia,” kata Rokhmad.
Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban yang tinggal di Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jember. Kepada para awak media, mereka berharap agar polisi segera mengungkap penyebab pasti kematian gadis berusia 20 tahun itu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
