Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 September 2022 | 01.58 WIB

Dishub Sebut Rute Perdana Kereta Listrik Bali dari Bandara ke Seminyak

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta. Ni Putu Putri Muliantari/Antara - Image

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta. Ni Putu Putri Muliantari/Antara

JawaPos.com–Dinas Perhubungan (Dishub) Bali menyatakan, keputusan akhir pembangunan infrastruktur kereta listrik di Bali akan diumumkan pada 2023. Untuk rute perdana telah direncanakan lintasan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Seminyak, Badung.

”Masih banyak hitung-hitungannya, tidak sederhana karena melibatkan uang besar. Tapi untuk lintasan rencananya dari bandara ke Seminyak,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali IGW Samsi Gunarta seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Selasa (6/9).

Selain itu, ada satu rute lagi yang sedang dalam studi yaitu rute dari bandara menuju Kota Denpasar melalui Central Parkir, kemudian ke Renon, Sanur, Benoa, dan kembali ke bandara.

”Ada dua lintasan yang disiapkan dalam tahap awal tapi mungkin kami akan kerja di satu lintasan dulu. Ini akan dilihat perkembangannya dulu, karena di timur juga bergerak, misalnya ke arah Benoa itu, sekarang ada BMTH, BTID, KEK Sanur, jadi itu lintasannya sudah bergerak dan menurut saya harus diperhitungkan,” ujar Samsi Gunarta.

Samsi menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali masih dalam tahap studi kelayakan terhadap infrastruktur mahal tersebut.

”Kita masih feasibility study (studi kelayakan) kita harus mikir, dapat penumpang atau tidak. Pembangunannya target financial closing di 2023 sudah ada kejelasan, siapa membiayai, berapa dibiayai, dan kemudian bagaimana biaya dengan operasional,” terang Samsi.

Dia menuturkan, apabila belum ada kejelasan, pembangunan tak dapat dilaksanakan, mengingat anggaran besar akan dibutuhkan. Namun akan berdampak baik untuk Bali jangka panjang.

”Situasi yang terjadi kita tidak bisa lagi menambah infrastruktur jalan secara maksimal di daerah perkotaan di Bali. Jadi mau tidak mau kita harus menggunakan sistem transportasi yang lain, sekarang masyarakat tidak mau pindah kalau transportasinya tidak andal,” ucap Samsi Gunarta.

Dengan kondisi masyarakat yang sulit berpindah dari transportasi pribadi, Samsi menilai, pembangunan kereta listrik maupun bus rapid transit terlihat tepat.

”Artinya kalau memang transportasi publik itu ada, otomatis akan lebih mudah orang untuk menjangkau titik-titik. Sekarang anggaran itu yang harus dicari dan dihitung baik-baik karena anggaran pemprov untuk membangun proyek sebesar itu tentu saja tidak ada,” ujar Samsi Gunarta.

Kadishub Bali menyampaikan, harus ada inovasi pendanaan untuk infrastruktur kereta listrik. Jika dilihat dari transportasi umum pemerintah seperti Bus Trans Metro, Samsi melihat, penambahan koridor menjadi penting karena rute tertinggi peminatnya adalah bus yang bergerak menuju Tabanan, sedangkan lainnya masih kurang.

”Minat masyarakat belum benar-benar optimal. Saya sebenarnya menargetkan 70 persen dan sekarang itu masih 51 persen untuk bus, dan untuk menaikkannya ini tidak gampang kalau tidak ada situasi yang mendorong mereka untuk berpindah,” ucap Samsi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore