Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Januari 2024 | 20.24 WIB

Pengamat Unair Nilai Prabowo-Gibran Berpeluang Menang 1 Putaran di Jawa Timur, Ada Pakde Karwo hingga Khofifah

 

Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka saat menggelar kampanye akbar bertajuk kirab kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/1/2024).

JawaPos.com–Pengamat sosial politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Fahrul Muzaqqi menilai, potensi Prabowo-Gibran menang 1 putaran di Jawa Timur terbuka lebar. Ada beberapa faktor yang berpotensi memenangkan Prabowo-Gibran dalam satu putaran, khususnya di Jawa Timur.

”Saya melihat beberapa data komparasi beberapa hasil survei yang saya amati, ini lembaga survei yang sudah dikenal kredibilitasnya, itu sudah menunjukkan persentase yang siginifikan,” ungkap Fahrul.

Fahrul menjelaskan, secara nasional per awal Januari sampai akhir Januari 2024, tren pasangan Prabowo-Gibran terus mengalami kenaikan. Sementara pasangan Ganjar-Mahfud cenderung menurun. Sementara pasangan Anies-Muhain, mengalami kenaikan, tetapi tidak begitu signifikan.

”Kalau awal Januari, 02 ini kan hasil surveinya sudah 48 persen. Saya rasa sangat mungkin akhir Januari sudah bisa mendekati 50 persen. Nah, coblosan kan sebentar lagi. Jadi ada peluang menang satu putaran. Kalau untuk Jawa Timur, sebelumnya sudah 50 persen. Prediksi saya nanti justru bisa tembus 60 persen,” urai Fahrul Muzaqqi.

Faktor kedua, masih kata Fahrul, simpul-simpul ketokohan di banyak bidang yang terdapat di pasangan Prabowo-Gibran sudah mulai terasa efeknya.

”Contoh saja ada Bu Khofifah. Bu Khofifah juga sudah terang-terangan ada di pihak 02. Kita semua juga tahu ketokohan dan kekuatan massa dari Bu Khofifah,” sambung dia.

Selain Khofifah, lanjut Fahrul, ada nama Soekarwo dan Gus Ipul yang notabene pernah menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

”Pakde Karwo dan Gus Ipul itukan sudah pernah pegang Jawa Timur, jadi ketokohan itu jelas ada efeknya di Jawa Timur. Meski Gus Ipul tidak mendeklarasikan atas nama PBNU, tapi orang sudah tahu siapa Gus Ipul,” ungkap Fahrul Muzaqqi.

Faktor ketiga yang menarik adalah kekuatan dari kalangan milenial dan gen Z sebagai pemilih muda dan pemilih pemula. ”Ini juga patut diperhitungkan,” ucap dia.

Semua paslon, menurut Fahrul, berlomba-lomba menargetkan dari kalangan pemuda dan pemula yang tidak lain mempunyai jumlah paling banyak sebagai pemilih.

”Di sini Cawapres Gibran punya potensi yang besar. Secara psikologis, Gibran mewakili sebagai anak muda, dan tentu paham apa yang diinginkan anak muda. Anak muda itu kan tidak lepas dari teknologi di dunia maya, atau gadget,” sambung Fahrul.

Fahrul tidak menampik saat usai debat cawapres, Gibran diserang lewat berbagai medsos, khususnya soal etik. Tetapi justru itu yang menguatkan posisi Gibran di kalangan anak muda.

Fahrul mencontohkan banyak media sosial yang menyerang Gibran lantaran gestur Gibran yang mengangkat tangan di atas mata dalam gerakan mengintip, seolah-olah kesulitan mencari jawaban dalam debat cawapres.

”Tapi serangan di media sosial itu justru menguntungkan Gibran. Kenapa? Anak muda justru melihat dari sisi lain. Bukan soal etik. Lihat saja, gerakan itu malah makin tenar, dibuat bentuk kartun, gimmick, bahkan diperagakan anak-anak muda dalam keseharian dengan teman-temannya,” papar Fahrul.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore