Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Januari 2024 | 03.03 WIB

Proyek Pembangunan Jalan di Kota Malang Tersendat, Dinas PUPR Jelaskan Pengalihan Dananya

Ilustrasi mengendarai seped motor ketik turun hujan. - Image

Ilustrasi mengendarai seped motor ketik turun hujan.

JawaPos.com–Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang menunda empat proyek. Yakni perbaikan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang dan rehab tiga kantor pemerintahan.

Hal itu karena anggaran dialihkan ke pembangunan drainase agar Kota Malang terhindar dari banjir. Dilansir dari Radar Malang pada Jumat (26/1), pembangunan drainase tahun ini dijatah hingga Rp 59 miliar. Di antaranya untuk pembangunan di Jalan Kedawung dan Jalan Kaliurang. Kemudian di Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Anggrek Vanda dan Jalan Mawar.

Kepala Dinas PUPR Kota Malang Dandung Djulharjanto memaparkan, keempat proyek yang tertunda tersebut sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2024. Tapi urung direalisasikan tahun ini lantaran keterbatasan anggaran.

”Anggaran tahun ini banyak yang ditampung dari pokok pikiran. Akhirnya diputuskan fokus drainase dulu,” jelas Dandung Djulharjanto.

Dandung mengatakan, untuk perbaikan jalan di Pasar Induk Gadang membutuhkan dana hingga Rp 5 miliar. Sedangkan perbaikan tiga kantor dia tidak hafal nilai anggarannya.

Setelah tertunda tahun ini, dia mengharapkan proyek tersebut bisa terlaksana tahun depan. Tetapi juga masih mempertimbangkan besaran anggaran.

”Bukan tidak mungkin katanya jika masih difokuskan ke drainase, proyek tersebut akan tertunda lagi,” ujar Dandung Djulharjanto.

Menanggapi pernyataan Dinas PUPR, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan, eksekutif memang fokus menanggulangi masalah banjir yang sejak lama dikeluhkan warga. Bahkan pihaknya menargetkan Kota Malang bebas banjir pada 2028.

Dia berharap agar lebih banyak program atau proyek yang terakomodasi. Namun dia menyadari keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan.

Karena itu, menurut dia, pendapatan asli daerah harus ditingkatkan. Dengan meningkatnya anggaran tersebut, banyak program dapat terlaksana.

”Kami harap program penanganan banjir ini kita fokuskan dulu hingga tuntas. Sekarang fokus di Lowokwaru, setelah sebelumnya di Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang,” tambah Fathol Arifin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore