
Ilustrasi mengendarai seped motor ketik turun hujan.
JawaPos.com–Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang menunda empat proyek. Yakni perbaikan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang dan rehab tiga kantor pemerintahan.
Hal itu karena anggaran dialihkan ke pembangunan drainase agar Kota Malang terhindar dari banjir. Dilansir dari Radar Malang pada Jumat (26/1), pembangunan drainase tahun ini dijatah hingga Rp 59 miliar. Di antaranya untuk pembangunan di Jalan Kedawung dan Jalan Kaliurang. Kemudian di Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Anggrek Vanda dan Jalan Mawar.
Kepala Dinas PUPR Kota Malang Dandung Djulharjanto memaparkan, keempat proyek yang tertunda tersebut sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2024. Tapi urung direalisasikan tahun ini lantaran keterbatasan anggaran.
”Anggaran tahun ini banyak yang ditampung dari pokok pikiran. Akhirnya diputuskan fokus drainase dulu,” jelas Dandung Djulharjanto.
Dandung mengatakan, untuk perbaikan jalan di Pasar Induk Gadang membutuhkan dana hingga Rp 5 miliar. Sedangkan perbaikan tiga kantor dia tidak hafal nilai anggarannya.
Setelah tertunda tahun ini, dia mengharapkan proyek tersebut bisa terlaksana tahun depan. Tetapi juga masih mempertimbangkan besaran anggaran.
”Bukan tidak mungkin katanya jika masih difokuskan ke drainase, proyek tersebut akan tertunda lagi,” ujar Dandung Djulharjanto.
Menanggapi pernyataan Dinas PUPR, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan, eksekutif memang fokus menanggulangi masalah banjir yang sejak lama dikeluhkan warga. Bahkan pihaknya menargetkan Kota Malang bebas banjir pada 2028.
Dia berharap agar lebih banyak program atau proyek yang terakomodasi. Namun dia menyadari keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan.
Karena itu, menurut dia, pendapatan asli daerah harus ditingkatkan. Dengan meningkatnya anggaran tersebut, banyak program dapat terlaksana.
”Kami harap program penanganan banjir ini kita fokuskan dulu hingga tuntas. Sekarang fokus di Lowokwaru, setelah sebelumnya di Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang,” tambah Fathol Arifin.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
