Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Januari 2024 | 04.20 WIB

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa Aplikasikan Metode Tanam Jagung Menggunakan Drone di Bangkalan! Lebih Cepat dan Hemat

Gubernur Khofifah mengawal penanaman kedelai menggunakan drone di Bangkalan, Rabu (24/1). (IST/Radar Surabaya) - Image

Gubernur Khofifah mengawal penanaman kedelai menggunakan drone di Bangkalan, Rabu (24/1). (IST/Radar Surabaya)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mencoba teknologi baru, yakni menanam kedelai menggunakan drone yang bekerja sama dengan PT Hudson Global Indonesia.

Penanaman kedelai tersebut dilakukannya di lahan seluas 3,5 hektare di Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, pada Rabu (24/1).

Metode penanaman kedelai menggunakan teknologi drone tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan dengan proses menanam kedelai secara manual.

"Menurut saya ini new hope, harapan baru. Karena ini daerah yang sebelumnya selama 25 tahun menjadi lahan tidur. Lalu ini diolah lima hari dan kemudian siap untuk ditebarkan benih kedelai" ujar Khofifah.

Proses menanam kedelai menggunakan drone ini hanya memerlukan waktu sekitar 10-15 menit saja per hectare.

Proses ini jauh lebih cepat dibandingkan cara manual yang sering kali membutuhkan waktu lebih dari sehari.

Selain itu, menurut Khofifah, biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih murah, yakni sekitar Rp 150 ribu saja. Biaya ini lebih kecil daripada anggaran pada umumnya yang hampir mencapai Rp 2 juta.

"Maka ini harapan baru bagi proses produktivitas lahan yang ideal menurut saya," lanjut Khofifah.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang luar biasa dengan precision smart farming-nya karena kebutuhan teknologi di berbagai sektor, terutama di sektor pertanian menjadi penting.

Gubernur Khofifah menambahkan, apabila metode tersebut berhasil, proses serupa juga bisa diaplikasikan di desa-desa lainnya di Bangkalan dan Jawa Timur.

Sehingga, visi dan misi Bangkalan untuk menjadi sentra kedelai nasional dapat tercapai.

"Mudah-mudahan ini akan menjadi referensi bagi desa-desa yang lain. Tidak hanya di Bangkalan, tapi juga daerah-daerah lain di Jawa Timur," harapnya.

Selanjutnya, jika metode tersebut diaplikasikan di seluruh wilayah yang ada di Jawa Timur, diharapkan dapat meningkatkan produksi kedelai.

Hal itu mengingat impor kedelai di Indonesia hari ini saat tinggi karena kebutuhan kedelai untuk lauk sehari-hari seperti tahu dan tempe memang cukup tinggi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore