Proyek pembangunan Pasar Grosir Ngronggo di Kota Kediri baru mencapai 50 persen. (Ayu Ismawati/JPRK)
JawaPos.com - Saat ini, progres pembangunan Pasar Grosir Ngronggo di Kota Kediri terus dikebut agar proyek dapat selesai sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan.
Meskipun target pembangunan Pasar Grosir Ngronggo di Kota Kediri ini hingga Maret mendatang, tapi upaya percepatan terus dilakukan karena hingga pekan kemarin, progres pembangunan baru mencapai 50 persen.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Djauhari Luthfi menyebutkan bahwa proyek ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Entah sebelum atau selama bulan Ramadhan, pembangunan Pasar Grosir Ngronggo diharapkan sudah selesai.
"Kita upayakan maksimal minggu kedua Ramadhan sudah selesai," ujarnya seperti dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group) pada Selasa (23/1).
Meski dikebut, Luthfi mengklaim bahwa percepatan tersebut tidak akan berdampak pada penurunan spesifikasi bangunan.
Alih-alih, kontraktor menerapkan penambahan pekerja, termasuk waktu kerja atau jam lembur agar dapat mengejar target yang ditentukan.
"Kalau untuk progres minggu kemarin sudah 50 persen lebih, dengan deviasi plus 16 persen dari target," urainya.
Selain itu, pembangunan gorong-gorong juga akan menjadi prioritas utama. Pembangunan sistem drainase tersebut dilakukan untuk mencegah banjir di area pasar.
"Kita berusaha agar nggak banjir. Salah satunya juga dengan membangun sumur resapan," imbuhnya.
Nantinya, Luthfi juga akan menambahkan pengerasan jalan di kompleks tersebut, termasuk pemasangan paving di kawasan yang akan menampung 107 kios baru itu.
"Pengerasan jalan agar tidak amblas saat dilewati truk. Bisa dilewati truk dengan muatan hingga 16 ton," tandasnya.
Pembangunan 107 kios baru di pasar grosir terbesar di Kediri Raya itu diketahui menelan biaya hingga sebanyak Rp 8,3 miliar.
Proyek pembangunan kios dengan sistem built, operate, transfer (BOT) ini dilakukan oleh paguyuban pedagang dengan pengawasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.
Adapun pembangunan kios tersebut mencakup delapan blok, di mana berdasarkan pantauan, hingga kemarin fisik bangunan kios untuk blok di sisi barat dan utara sudah terlihat dengan jelas.
Sebagai informasi, pembangunan ratusan kios yang berlokasi di area depan Pasar Grosir tersebut sebelumnya pernah dilakukan pada 2014.
Namun proyek yang sudah setengah jadi tersebut sempat mangkrak karena dianggap bertentangan dengan hukum, yakni dianggap tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).
Hal itu dikarenakan kawasan proyek tersebut pada saat itu seharusnya digunakan untuk pelataran parkir mobil barang (PPMB).