
Lahan yang rencananya akan digunakan untuk membangun Tol Kediri-Kertosono
JawaPos.com–Tersendatnya proses pembebasan tanah terdampak pembangunan Tol Kediri-Kertosono, membuat penyerapan anggaran untuk pembebasan lahan Proyek Strategi Nasional(PSN) satu ini juga terbilang minim.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Selasa (23/1), Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi yang dikonfirmasi tentang minimnya penyerapan anggaran pengadaan tanah tersebut juga turut membenarkannya.
Tercatat hingga pertengahan Januari 2024 ini, total anggaran yang terserap baru mencapai sekitar Rp 91,05 miliar saja. Padahal jika ditilik, total anggaran pembebasan tanah untuk Tol Kediri-Kertosono di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk ini mencapai Rp 1,85 triliun.
Berdasarkan data yang dihimpun koran Radar Kediri (JawaPos Grup) ini menyebutkan, dari total anggaran Rp 1,85 triliun tersebut, sebanyak Rp 1,1 triliun-nya akan dialokasikan untuk pembebasan tanah terdampak di Kabupaten Nganjuk. Namun, hingga minggu ketiga Januari kemarin, di Kabupaten Nganjuk baru terserap Rp 28,45 miliar.
Sedangkan untuk Kabupaten Kediri, dari total anggaran yang disediakan untuk pembebasan tanah sekitar Rp 740,58 miliar, baru terserah Rp 62,59 miliar saja. Meski begitu, persentase tanah yang sudah di bebaskan di Kabupaten Kediri lebih tinggi dari Kabupaten Nganjuk karena bidang terdampaknya lebih sedikit.
Hal itu juga turut dikonfirmasi oleh Sukadi, bahwa untuk pembebasan tanah di Kabupaten Kediri sejauh ini tidak ada masalah. “Tidak ada penolakan dari pemilik tanah terkait harga hasil appraisal,” kata Sukadi, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Selasa (23/1).
“Musyawarah di tiap desa sudah dilaksanakan dan warga terdampak menyatakan bisa menerima. Jadi sudah tidak ada masalah,” lanjut Sukadi, sembari menyebut tahap selanjutnya yakni pembayaran uang ganti rugi (UGR), yang diperkirakan tidak akan lebih dari tenggat waktu satu bulan pencairannya.
Untuk diketahui, hingga pertengahan Januari 2024 ini pembebasan tanah terdampak tol Kediri-Kertosono baru sekitar 15 persen saja. Dengan rinciannya, di Kabupaten Nganjuk sebanyak 3,93 persen.
Sedangkan di Kabupaten Kediri, progress pembebasan tanahnya sudah sebesar 11,57 persen.
Dari persenan tersebut dapat dijabarkan, untuk di Kabupaten Nganjuk baru 87 dari 2.699 bidang tanah yang proses pembebasannya telah selesai. Sedangkan di Kabupaten Kediri sendiri, dari total 484 bidang tanah yang terdampak, sudah ada 56 bidang tanah yang dibebaskan.
Menurutnya, lambatnya proses pembebasan tanah terdampak Tol Kediri-Kertosono ini jadi bahasan khusus Pemkab Kediri sejak awal minggu ini. Termasuk juga membahas percepatan di Kabupaten Nganjuk agar pembangunan jalan bebas hambatan yang menjadi akses ke Bandara Dhoho Kediri itu bisa segera dilakukan. (*)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
