Bandara Dhoho Kediri (Wahyu Adji/Radar Kediri)
JawaPos.com - Meskipun proyek fisik Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) akan mulai digarap awal Februari 2024, namun lahan yang akan dikerjakan masih jauh dari kata siap.
Hingga minggu ke empat, lahan yang akan digunakan untuk proyek pembangunan tol yang akan menjadi akses ke Bandara Dhoho Kediri ini ternyata yang sudah dibebaskan baru 35,40 persen.
Untuk diketahui, ada empat kelurahan di Kota Kediri yang menjadi titik prioritas pembebasan tanah tol akses ke Bandara Dhoho, yakni Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kelurahan Mojoroto, Gayam, dan Bujel di Kecamatan Mojoroto.
Demi memenuhi kebutuhan tanah, panitia pengadaan tanah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus membebaskan 644 bidang di Kota Kediri.
Luas tanah mencapai 330 ribu meter persegi, namun hingga sekarang yang sudah dibebaskan baru 228 bidang saja.
"Progres tanah yang sudah dibebaskan sebesar 35,40 persen," kata Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung, Linanda Krisni Susanti seperti dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group) pada Senin (22/1).
Linanda Krisni Susanti menjelaskan bahwa tanah tol yang merupakan akses ke Bandara Dhoho Kediri ini memang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan lebih awal.
Untuk Kelurahan Mojoroto, semuanya terdampak untuk akses ke bandara. Oleh sebab itu, dari ke empat kelurahan tersebut, Kelurahan Mojoroto juga menjadi perhatian khusus.
Sedikitnya terdapat 294 bidang tanah terdampak di Kelurahan Mojoroto. Dengan adanya tambahan musyawarah yang dilakukan pada minggu lalu, menurut Nanda progres penilaian sudah mencapai 99 persen.
"Hanya kurang dua bidang saja yang belum musyawarah karena ada kendala. Salah satunya waktu tim appraisal turun, ada temuan terkait daftar nominatif," terangnya.
Perempuan yang akrab disapa Nanda ini juga menyebutkan bahwa adanya ketidaksesuaian tersebut terkait kelebihan luas bangunan yang terdeteksi oleh tim penilai di lapangan.
Nanda juga menjelaskan bahwa minggu lalu warga terdampak tol di Kelurahan Mojoroto kembali mengikuti musyawarah selama tiga hari berturut-turut.
Ada sebanyak 83 bidang diajak musyawarah pada Selasa (16/1) lalu, kemudian 55 bidang lainnya menyusul pada Rabu (17/1). Adapun tiga bidang sisanya mengikuti musyawarah pada Rabu (17/1) lalu.
Dari total 141 pemilik bidang tanah tersebut, ada sebanyak 78 bidang di antaranya yang sudah menyetujui harga yang diajukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
