
upati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (tengah) saat rapat bersama jajaran dinas perhubungan di kompleks pendopo Kabupaten Trenggalek, Jumat (19/1).
JawaPos.com – Membaca peluang dari keberadaan Bandara Dhoho Kediri yang akan beroperasi dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur mulai mengatur strategi penguatan konektivitas angkutan kepariwisataan. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyatakan, strategi tersebut dinilai dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Trenggalek. Mengingat jarak dari Bandara Internasional Dhoho Kediri ke Kabupaten Trenggalek hanya sekitar 50 km.
Dilansir JawaPos.com dari Antara, rencana tersebut dinyatakannya kepada awak media pada Jumat (19/1). Menurutnya, strategi penguatan konektivitas angkutan kepariwisataan itu akan digodok oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek.
"Awal tahun kami coba advertising, ide-ide dan tugas yang menjadi tanggung jawab dari Dinas Perhubungan. Salah satunya kami ingin menciptakan salah satu mobilitas yang kekinian dan nyaman. Terus yang kedua juga tepat waktu,” kata Arifin.
Dalam mapping strategic soal aksesibilitas pariwisata ini, Arifin menyebut pihak berencana akan mengoperasikan bus pariwisata dengan rute Pasar Pon-Durenan-Prigi. Sedangkan rute satunya lagi, akan melalui Pasar Pon-Dongko-Panggul.
Nantinya, di sepanjang rute akan disediakan halte yang berbasis green tranportation. Beberapa fasilitas yang akan disediakan di halte tersebut diantaranya Solar Cell, Wifi, Tapping Water, Digital Information, Cash Station, Garden Vertikal Rooftop serta Builth in Speaker yang berfungsi untuk menyiarkan informasi.
"Gambar ini kami sebutnya strategic mapping, yang dalam jangka waktu dekat kita eksekusi. Idenya liar-liar semua. Sudah mulai mikir cari CSR, kemudian susah mikir ketemu komunitas. Harapannya kalau sudah begini kita ke Dinas ini sudah tahu arah atau gambaran yang sama buat pembangunan di Kabupaten Trenggalek," katanya.
Untuk titik simpul dari jalur Pasar Pon-Durenan-Prigi sendiri, menurut Arifin akan berada di Prigi 360. Ditempat itu nantinya bakal disediakan halte untuk penurunan penumpang dan juga untuk menunggu kendaraan umum yang disediakan.
Sedangkan untuk rute Pasar Pon-Dongko-Panggul, titik simpulnya bertempat di halte Jembatan Nglebeng. Dari sini, wisatawan akan bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Panggul Litle Jogja, Pantai Kili-Kili, Pelang dan destinasi wisata lainnya.
Menurutnya, di titik simpul tersebut akan disediakan angkutan feeder wisata dan sewa sepeda gratis oleh pemerintah. Disisi lain, pihaknya juga akan menyediakan jalur sepeda esklusif, mural lukis dengan tema kearifan lokal setempat. Ia berharap agar semua upaya ini bisa memudahkan mobilitas wisatawan ke tempat-tempat wisata.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
