Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 00.27 WIB

Membaca Peluang Keberadaan Bandara Internasional Dhoho Kediri, Pemkab Trenggalek Bakal Rilis Bus Pariwisata dengan 2 Rute

upati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (tengah) saat rapat bersama jajaran dinas perhubungan di kompleks pendopo Kabupaten Trenggalek, Jumat (19/1). - Image

upati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (tengah) saat rapat bersama jajaran dinas perhubungan di kompleks pendopo Kabupaten Trenggalek, Jumat (19/1).


JawaPos.com – Membaca peluang dari keberadaan Bandara Dhoho Kediri yang akan beroperasi dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur mulai mengatur strategi penguatan konektivitas angkutan kepariwisataan. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyatakan, strategi tersebut dinilai dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Trenggalek. Mengingat jarak dari Bandara Internasional Dhoho Kediri ke Kabupaten Trenggalek hanya sekitar 50 km.

Dilansir JawaPos.com dari Antara, rencana tersebut dinyatakannya kepada awak media pada Jumat (19/1). Menurutnya, strategi penguatan konektivitas angkutan kepariwisataan itu akan digodok oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek.

"Awal tahun kami coba advertising, ide-ide dan tugas yang menjadi tanggung jawab dari Dinas Perhubungan. Salah satunya kami ingin menciptakan salah satu mobilitas yang kekinian dan nyaman. Terus yang kedua juga tepat waktu,” kata Arifin.

Dalam mapping strategic soal aksesibilitas pariwisata ini, Arifin menyebut pihak berencana akan mengoperasikan bus pariwisata dengan rute Pasar Pon-Durenan-Prigi. Sedangkan rute satunya lagi, akan melalui Pasar Pon-Dongko-Panggul.

Nantinya, di sepanjang rute akan disediakan halte yang berbasis green tranportation. Beberapa fasilitas yang akan disediakan di halte tersebut diantaranya Solar Cell, Wifi, Tapping Water, Digital Information, Cash Station, Garden Vertikal Rooftop serta Builth in Speaker yang berfungsi untuk menyiarkan informasi.

"Gambar ini kami sebutnya strategic mapping, yang dalam jangka waktu dekat kita eksekusi. Idenya liar-liar semua. Sudah mulai mikir cari CSR, kemudian susah mikir ketemu komunitas. Harapannya kalau sudah begini kita ke Dinas ini sudah tahu arah atau gambaran yang sama buat pembangunan di Kabupaten Trenggalek," katanya.

Untuk titik simpul dari jalur Pasar Pon-Durenan-Prigi sendiri, menurut Arifin akan berada di Prigi 360. Ditempat itu nantinya bakal disediakan halte untuk penurunan penumpang dan juga untuk menunggu kendaraan umum yang disediakan.

Sedangkan untuk rute Pasar Pon-Dongko-Panggul, titik simpulnya bertempat di halte Jembatan Nglebeng. Dari sini, wisatawan akan bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Panggul Litle Jogja, Pantai Kili-Kili, Pelang dan destinasi wisata lainnya.

Menurutnya, di titik simpul tersebut akan disediakan angkutan feeder wisata dan sewa sepeda gratis oleh pemerintah. Disisi lain, pihaknya juga akan menyediakan jalur sepeda esklusif, mural lukis dengan tema kearifan lokal setempat. Ia berharap agar semua upaya ini bisa memudahkan mobilitas wisatawan ke tempat-tempat wisata.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore