
Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) erupsi pada Sabtu (11/3). Dok BNPB
JawaPos.com – Gunung Merapi mengalami erupsi pada pukul 14.12 WIB, Minggu (21/1). Erupsi ini dianggap Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak seperti biasanya.
Mengutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), BPPTKG DIY menyebutkan kejadian yang dialami Gunung Merapi tersebut merupakan letusan atau eksplosif. Peristiwa tersebut berbeda dengan erupsi yang bersifat cenderung efusif atau lelehannya layaknya guguran lava atau awan panas guguran.
Kepala BPPTKG DIY, Agus Budi Santoso, mengatakan, erupsi eksplosif memiliki kolom. Namun, dalam kejadian tersebut tidak terdeteksi ketinggian karena kondisi cuaca saat itu puncak gunung sedang berawan dan hujan.
Baca Juga: EVNNE Tonjolkan Citra Nakal dan Bahas Makna Luka yang Tersembunyi di Mini Album 'Un: SEEN'
“Untuk kejadian yang pukul 14.12 WIB ada indikasi ke arah eksplosif. Namun karena di kategori kegempaan di laporan MAGMA tidak ada kategori erupsi, sehingga kami klasifikasikan menjadi letusan. Tercatat memiliki amplitudo 70 milimeter, berdurasi 239,64 detik tapi ketinggian kolom tidak teramati,” ucapnya, Senin (22/1).
Usai diguyur hujan abu, aktivitas masyarakat di Kabupaten Boyolali telah normal seperti hari biasanya pada Senin (22/1). Kondisi jalan dan berbagai tempat telah bersih dari abu vulkanik Gunung Merapi.
Walaupun demikian, mengutip Antara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Suratno, mengimbau masyarakat untuk tetap waspadai terjadinya bencana terutama tiga desa di Kecamatan Selo yang termasuk kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi, yaitu Tlogolele, Klakah, dan Jerakah.
Ia mengimbau agar masyarakat tetap menanti rekomendasi BPPTKG DIY terkait aktivitas vulkanik gunung yang berstatus Level III atau Siaga tersebut. Ia berharap masyarakat menjauhi wilayah rawan bencana erupsi Gunung Merapi sesuai rekomendasi BPPTKG DIY.
Baca Juga: Mitos Pulau Arnavat yang Baru Ditemukan di Kabupaten Demak, Disebut Dapat Sembuhkan Segala Penyakit
Tak hanya itu, ia berharap Tim Siaga Desa dan masyarakat dapat mengaktifkan kembali dan meningkatkan kualitas ronda terutama pada kawasan rawan bencana erupsi.
“Apabila terjadi pembaruan kondisi mengubah status akan diberikan informasi kepada masyarakat," katanya.
Jika masyarakat menerima informasi terbaru terhadap aktivitas gunung yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan DIY tersebut dan membahayakan keselamatan, masyarakat harus siap melakukan evakuasi secara mandiri sebelum dilakukan oleh pihak terkait.
Pihaknya juga membangun komunikasi dengan pihak ‘Desa Bersaudara’ sebagai penyangga apabila sewaktu-waktu warga dari desa-desa di kawasan rawan bencana erupsi dievakuasi ke ‘Desa Bersaudara’ yang telah disiapkan.
BPBD Kabupaten Boyolali pun memantau kesiapan infrastruktur dan rambu jalur evakuasi, dan Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) Desa Tlogolele.
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laman magma.esdm.go.id, Gunung Merapi pada Senin (22/1) pukul 6.00 WIB hingga 12.00 WIB tercatat mengalami 24 kali gempa guguran dengan amplitudo 4 – 38 mm dan lama gempa 24,48 – 156,56 detik.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
