
Pemilik toko menerima fotokopi KTP pembeli minyak goreng curah dengan HET Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilogram di kawasan Pasar Terong, Makassar, Kamis (7/7). Suriani Mappong/Antara
JawaPos.com–Pembeli minyak goreng curah seharga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram masih dominan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Masih belum banyak pembeli yang menggunakan aplikasi di telepon seluler saat berbelanja di pasar tradisional Makassar, Sulawesi Selatan.
”Masih lebih banyak gunakan fotokopi NIK/KTP, karena banyak pembeli tidak bawa smartphone atau tidak tahu operasikan aplikasi. Untuk satu KTP dibatasi maksimal beli 10 kg saja per hari,” kata Buntong, salah seorang pedagang minyak goreng curah di Pasar Terong, Makassar, seperti dilansir dari Antara, Kamis (7/7).
Menurut pemilik Toko Dewi Sumatera itu, pembeli yang umumnya ibu rumah tangga dan pedagang gorengan atau UMKM, hanya menggunakan hp jadul, bukan android. Sehingga, tidak bisa mengunduh aplikasi yang menjadi kebijakan pemerintah.
Karena itu, lanjut dia, kondisi itu ditoleransi dengan menggunakan fotokopi KTP atau kartu keluarga saja. Selanjutnya, toko yang terdaftar menjual minyak goreng curah dan terpantau dinas perdagangan setempat, yang memasukkan data NIK pembeli itu ke aplikasi.
Kondisi itu diakui salah seorang pembeli, Hasnah yang sehari-hari menjual gorengan di depan Masjid Al Markaz Al Islamy, Makassar. Untuk dua kios gorengannya rata-rata membutuhkan minyak goreng 10 kg per hari, sehingga setiap hari harus datang membeli.
”Sebenarnya sepanjang masih bisa gunakan fotokopi KTP, itu tidak masalah. Tapi kalau nanti semua harus pakai aplikasi untuk beli minyak goreng, pasti merepotkan kami yang belum tentu punya dan tahu menggunakan handphone,” kata Hasnah.
Kepala Pasar Terong, Makassar Darwis, mengatakan, jual beli minyak goreng dengan sistem aplikasi bagi pemilik toko sudah dapat beradaptasi. Namun, pedagang yang hanya berjualan di lapak-lapak atau kios rata-rata belum memiliki dan tahu menggunakan smartphone.
Menurut dia, selain kendala dari penjual, pembeli pun yang ke pasar tradisional belum tentu memiliki smartphone. Karena itu, mungkin masih membutuhkan waktu untuk adaptasi lapangan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
