
Seorang juru parkir menarik biaya parkir kendaraan yang keluar dari area parkir di kawasan Batamcenter, Selasa (16/1).
JawaPos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus gencarkan sosialisasi soal kebijakan perparkiran di wilayahnya kepada masyarakat, salah satunya terkait kewajiban dalam memberi dan menerima karcis.
Pasalnya, hingga saat ini masih ditemukan para pemilik kendaraan yang enggan meminta karcis saat kendaraannya di parkir.
Selain itu, para juru parkir (jukir) pun tidak ada inisiatif untuk memberikan karcis kepada pemilik kendaraan.
Dilansir Batam Pos (JawaPos Grup), pada Kamis (18/1), menurut Kepala UPTD Parkir Batam, Alexander Banik, hal itulah yang mesti dibenahi dari penerapa kebijakan perparkiran di Batam.
“Di lapangan yang parkir ini tidak meminta, jadi jukir juga tidak kasih. Ini yang akan kami edukasi ke depannya,” ucap Alexander.
Untuk mengatasi permasalahan terkait kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebijakan perparkiran itu terutama persoalan tentang karcis, Alexander menyebut pihaknya telah melakukan berbagai opsi penyelesaian.
Salah satunya dengan terus mengedukasi jukir agar mereka bisa berinisiatif memberikan karcis kepada warga yang akan membayar parkir, sekalipun warga tersebut tidak memintanya.
“Kami juga minta pemilik kendaraan minta. Karena itu juga membantu. Jadi sama-sama peduli. Kalau jukir harus kami akui dari segi pendidikan sudah tidak bisa diatur itu. Tapi ini masih jadi PR bagi kami,” kata dia, Selasa (16/1).
Menurutnya, untuk melancarkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) yang bersumber dari tarif parkir itu, pihaknya sudah mencetak kebutuhan karcis selama satu bulan dan sudah didistribusikan juga kepada jukir.
Selain dibekali karcis, para petugas jukir juga sudah dibekali dengan seragam dari Dishub yang memiliki nomor khusus.
Hingga saat ini, Alexander menyebut telah ada sebanyak 590 titik parkir yang jukirnya menerima distribusi karcis dan seragam tersebut.
“Namun di lapangan, kadang jukir ini mereka ajak kawannya untuk jaga tempat parkir. Jadi yang jukir kami berikan SK cuma satu, sementara yang lain tidak, karena diajak oleh jukir. Ini kami juga terus berikan edukasi. Terutama mereka yang tak pakai atribut,” ungkapnya.
Meskipun masih banyak jukir yang tidak memberi karcis dan warga yang tidak meminta karcis, pihaknya juga tidak bisa menegaskan jika tidak ada karcis tidak bayar. Karena menurutnya, hal tersebut menyangkut pada PAD di lapangan.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
