Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Januari 2024 | 18.17 WIB

Jumlah Pasien Terus Melonjak, RSUD Sidoarjo Barat Kekurangan Tenaga Medis

Ruang rawat inap di RSUD Sidoarjo Barat. (Radar Sidoarjo) - Image

Ruang rawat inap di RSUD Sidoarjo Barat. (Radar Sidoarjo)

JawaPos.com – Jumlah pasien RSUD Sidoarjo Barat (Sibar) mendadak alami peningkatan signifikan.

Mulai dari antrean rawat inap hingga pasien kontrol rutin terus mengalami lonjakan hingga saat ini.

Melalui pantauan pihak yang bertugas di RSUD Sidoarjo Barat, jumlah kenaikan pasien mulai melonjak sejak akhir Desember 2023 lalu.

Direktur RSUD Sidoarjo Barat, dr. Abdillah Segaf Al Hadad mengatakan bahwa hal itu terjadi karena pemutusan hubungan kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Anwar Medika per 1 Januari 2024. 

Menurutnya, pasien yang masuk ruang operasi adalah paling banyak. Jika biasanya 20 pasien, saat ini bisa mencapai 40 pasien setiap hari. 

“Pasien dengan penyakit jantung dan saraf juga dominan,” ungkapnya yang dikutip dari Radar Sidoarjo. 

Ia mengakui jika lonjakan pasien itu membuat pihaknya harus membuat kebijakan baru, seperti pasien rawat inap yang kondisinya sudah mulai membaik atau dimungkinkan rawat jalan dipersilakan pulang. 

Hal itu bertujuan agar pasien yang lain bisa mendapatkan kamar. 

“sebisa mungkin pasien datang kesini tetap kami layani dengan baik,” katanya. 

Tak hanya itu, pihaknya juga memfungsikan ruang managemen sebagai kamar inap pasien, sedangkan ruang managemen dipindah ke gedung belakang yang baru selesai dibangun. 

Namun, pihaknya tidak hanya membutuhkan ruang rawat inap, melainkan juga membutuhkan tenaga medis. 

Mereka bahkan meminta bantuan ke beberapa perguruan tinggi untuk meminta dokter spesialis yang diperbantukan sebagai dokter tamu di RSUD Sidoarjo Barat, karena jika menunggu dokter spesialis berstatus ASN akan membutuhkan waktu lama. 

Tak hanya kekurangan dokter, mereka juga kekurangan jumlah perawat dalam menangani lonjakan pasien yang terus mengalami peningkatan setiap harinya. 

Perawat yang direkrut dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak cukup. 

Sebab itu, pihaknya telah melaporkan ke Bupati Sidoarjo terkait kekurangan jumlah perawat. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore