
Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy saat meninjau Jembatan Layang Kelok Sembilan.
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melibatkan konsultan untuk melakukan feasibility study (FS). Itu dilakukan untuk menata lokasi pedagang kaki lima yang makin menjamur di badan Jalan Layang Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota.
Dilansir dari Antara, Selasa (16/1), Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengungkapkan, kajian FS telah dilakukan pada 2008, yang mencakup kawasan untuk menara pandang, parkir, dan tempat pedagang.
”Namun, kebutuhan saat ini telah berubah. Oleh karena itu, dilakukan kajian ulang untuk menentukan kebijakan yang tepat,” ujar Audy Joinaldy.
Menurut dia, hasil dari kajian itu akan menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mengajukan anggaran kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Itu untuk melaksanakan penataan kawasan Jalan Layang Kelok Sembilan.
Audy Joinaldy menegaskan, tujuan mereka bukan hanya menertibkan, tetapi juga menata kawasan tersebut. Penataan Jalan Layang Kelok Sembilan penting untuk menjaga kondisi jembatan agar tidak cepat rusak.
”Karena parkir kendaraan di badan jembatan yang dapat memperpendek umur konstruksi. Pedagang ilegal di badan jembatan turut memancing pengendara untuk berhenti,” papar Audy Joinaldy.
Menurut dia, relokasi pedagang akan dipertimbangkan dengan cermat, memastikan mereka tetap dapat berjualan tanpa merusak jembatan dan menjaga keindahan Kelok Sembilan. Meskipun para pedagang tersebut beroperasi secara ilegal, Pemerintah Provinsi Sumbar tidak akan gegabah membersihkan kawasan tersebut.
”Relokasi pedagang direncanakan tidak jauh dari kawasan Kelok Sembilan, dengan tujuan agar mereka tetap berada dalam kawasan tersebut, hanya saja posisinya diatur sesuai tempat yang telah ditentukan,” terang Audy Joinaldy.
Pemerintah menggandeng konsultan profesional untuk memastikan keberhasilan relokasi dan penataan. Data dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Sumbar mencatat, saat ini, terdapat 163 pedagang ilegal di Jalan Layang Kelok Sembilan. Sebanyak 95 di antaranya masih aktif.
Kepala Satpol PP Sumbar Irwan menyatakan, penertiban hanya dapat dilakukan di lapak yang kosong.
”Kolaborasi dan kerja sama antar seluruh elemen di kawasan tersebut diperlukan untuk menangani masalah ini dengan efektif,” tutur Irwan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
