
Photo
JawaPos.com- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendapatkan penghargaan baru. Bahkan. dua penghargaan sekaligus. Yakni, sebagai tokoh daerah bidang pandemic problems solver dan tokoh nasional bidang pengentasan kemiskinan.
Penghargaan itu diberikan di acara puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 tingkat Provinsi Jatim yang berlangsung di Wisata Bahari Lamongan (WBL), Sabtu (26/3) pagi. Gubernur langsung menerima anugerah itu dari Wakil Ketua PWI Pusat Ahmad Munir didampingi Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.
Penghargaan itu bukan tanpa alasan kuat. Dalam hal penanganan pandemi Covid-19, misalnya. Jatim termasuk terbaik dibandingkan dengan provinsi lain. Demikian juga dalam hal penurunan angka kemiskinan.
‘’Ini merupakan puncak. Sebelumnya, PWI Jatim dan PWI kabupaten/kota dalam menyambut HPN menggelar serangkaian kegiatan. Mulai dari bakti sosial, bedah rumah, pengobatan gratis, penanaman pohon, dan lainnya,’’ ujar Lutfil Hakim.
Selain itu, juga menggelar seminar atau diskusi dengan menghadirkan tokoh dan narasumber yang kompeten. Temanya tentang minyak goreng, kemiskinan hingga kepelabuhanan. Selain turut memberikan solusi, juga mencerdaskan wartawan. Terutama anggota PWI.
‘’Sebab, salah satu fungsi wartawan adalah mengedukasi atau mencerdaskan publik. Apa jadinya kalau tugasnya mencerdaskan, tetapi wartawannya tidak cerdas,’’ paparnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi terhadap kerja-kerja yang telah dilaksanakan PWI. Dia berharap, PWI Jatim untuk dapat terus melakukan sinkronisasi terkait apapun persoalan yang ditemukan di lapangan. Hal itu bisa menjadi inspirasi bagi PWI lain di Indonesia.
’’Apa yang ditemukan di lapangan dan apa yang ditulis teman-teman wartawan, kemudian membangun jejaring dan melakukan diskursus dengan menghadirkan narasumber kompeten, ini merupakan sesuatu yang bisa membangun logical thinking. Langkah cerdas dan cermat," ujar Khofifah.
Puncak peringatan HPN tingkat Provinsi Jatim di WBL tersebut terbilang istimewa. Sebab, biasanya selalu digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Tak pelak, pemiliha sebagai tuan rumah itu membuat Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pun merasa tersanjung.
Dalam sambutannya, dia menyampaikan bersyukur bahwa Lamongan dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa. Di antaranya kekayaan pantai dengan panjang 47 km. Nah, WBL menjadi salah satu andalan dan membanggakan bagi masyarakat Lamongan.
Selain itu, Lamongan juga memiliki peradaban-peradaban di masa lalu. Mulai dari kejayaan Majapahit hingga peradaban Islam dengan kehadiran salah seorang Walisongo Sunan Drajat. Lalu, juga peradaban masa kolonial dengan peninggalan kapal Van der Wijck sampai Raden Tumenggung Surajaya atau Rangga Hadi sebagai bupati Lamongan.
‘’Peradaban-peradaban itu kami rangkai dan rekontruksi menjadi visi-misi kami, yakni mewujudkan kembali kejayaan Lamongan yang berkeadilan,’’ katanya.
Pelaksanaan HPN di WBL berlangsung semarak. Selain diisi pemberian penghargaan kepada para tokoh yang berjasa dan berdedikasi serta anugerah karya jurnalistik Prapanca, ada juga pameran UMKM dari pondok-pondok pesentren.
Acara semakin meriah dengan hiburan drama kolosal bertema Gugah Kejayaan Lamongan, penampilan Orkestra LA, Hello Band dan kehadiran penyanyi legendaris Kenan Nasution bersama Ida Royani.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
