
Penampakan Gunung Marapi dari Kota Bukittinggi pada 10 Desember 2023.
JawaPos.com – Status Gunung Marapi yang terletak di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) yang sebelumnya Level II atau Waspada dinaikkan menjadi Level III atau Siaga per Selasa (9/1).
Mengutip Antara, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, mengatakan, keputusan tersebut dikarenakan mengalami peningkatan erupsi di Gunung Marapi.
"Tingkat aktivitas Gunung Marapi akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," kata Hendra.
Gunung Marapi berpotensi mengeluarkan gas vulkanik beracun pada kawah gunung, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, dan hidrogen sulfida.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi, pendaki, dan wisatawan tidak memasuki area radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi, kawah verbeek.
Selain itu, masyarakat di sekitar lembah, aliran maupun bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung tersebut untuk mewaspadai ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi saat musim hujan.
Masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mencegah gangguan saluran pernapasan dan perlengkapan lainnya yang melindungi mata dan kulit dari abu vulkanik. Tak hanya itu, masyarakat disarankan untuk membersihkan atap bangunan dari abu vulkanik yang tebal agar bangunan tidak roboh.
Hendra berharap masyarakat dapat kondusif dan tidak menyebarkan berita bohong, dan tidak terpancing kabar-kabar yang sumbernya tidak jelas.
Ia pun merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten tanah Datar, dan Kabupaten Agam untuk berkoordinasi dengan PVMBG maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi.
"Data dari Satelit Sentinel juga menunjukkan bahwa laju emisi gas sulfur dioksida yang dihasilkan dari aktivitas Gunung Marapi saat ini tergolong tinggi," kata Hendra.
Upaya persiapan untuk evakuasi pun dilakukan saat Gunung Marapi dinyatakan Level III atau Siaga. Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Padang Panjang, Ferix Sonanda, mengatakan, pihaknya melakukan pendataan bangunan dan fasilitas umum berlantai dua yang terbuat dari beton yang dipersiapkan sebagai lokasi evakuasi.
"Tim Tagana bersama Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia (Orari) Lokal Kota Padang Panjang sedang mendata rumah dan bangunan yang bisa dijadikan lokasi evakuasi," ucapnya.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi erupsi yang mengakibatkan bangunan roboh karena tidak kuat menahan abu vulkanik yang tebal di atap bangunan.
"Jadi, masyarakat bisa kita evakuasi ke rumah atau bangunan berlantai dua. Warga akan diarahkan atau diinapkan di lantai dasar," katanya.
Ferix mengatakan pendataan bangunan dua lantai yang terbuat dari beton tersebut juga dilakukan di Kabupaten Tanah Datar khususnya di Kecamatan X Koto dan Kecamatan Batipuh.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
