Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Januari 2024 | 20.35 WIB

BPJPH Terbitkan 252.490 Sertifikat Halal, Jatim Diperkirakan Menjadi Pusat Industri Halal di Indonesia

Sertifikasi Halal menjadi persoalan penting bagi pelaku UMKM/ sumber: JAWAPOS.COM - Image

Sertifikasi Halal menjadi persoalan penting bagi pelaku UMKM/ sumber: JAWAPOS.COM

JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus mendorong percepatan pengembangan industri halal di Jatim.

Caranya dengan memfasilitasi sertifikasi halal, bagi industri kecil dan menengah (IKM), pengembangan infrastruktur halal, dan pelatihan untuk peningkatan SDM halal.

Dilansir dari Radar Surabaya (JawaPos Grup), berdasarkan catatan data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 3 Januari 2023, telah diterbitkan 252. 490 sertifikat halal untuk pelaku usaha di Jatim, yang 98,52 persen adalah industri kecil dan menengah (IKM).

Jumlah sertifikat halal ini terus mengalami peningkatan sebesar 38,14 persen, atau sebanyak 96.302 sertifikat halal sejak 21 Oktober 2023 yang mencapai 156.188 sertifikat.

"Alhamdulillah berbagai upaya terus kita lakukan untuk mempercepat pengembagan industri halal di Jatim. Dengan berbagai langkah tersebut, insyaAllah kami optimis mampu menjadi pusat industri halal di Indonesia,” ucap Khofifah pada, Minggu (7/1) yang dikutip dari Radar Surabaya.

Khofifah mengatakan, sertifikasi ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam industri halal.

Mengingat potensi pasar halal global terus tumbuh, seiring dengan peningkatan permintaan produk halal di sektor makanan, fashion, farmasi, kosmetik, pariwisata, media, rekreasi, serta keuangan syariah.

Untuk itu, Khofifah juga terus mendorong percepatan pelaksanaan sertifikasi halal. Baik oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta lembaga lainnya.

"Percepatan Sertifikasi Industri halal Jatim melalui melalui Program SEHATI (Sertifikasi Halal Gratis) BPJPH, harus terus dilakukan di berbagai forum strategis agar sertifikasi halal bisa tercapai maksimal, efektif serta secepat mungkin," katanya.

"Jika proses sertifikasi halal dioptimalkan, maka produk-produk halal dari Jatim akan bisa memberikan support signifikan, bagi pemenuhan kebutuhan saat musim haji tapi juga umrah saat Ramadhan. Tentunya ini dilakukan dengan sinergitas di antara seluruh pelaku usaha dan industri,” imbuh Gubernur Jatim.

Menurutnya, sertifikasi halal adalah salah satu upaya untuk membawa Jatim menjadi pusat industri halal di Indonesia.

Ia bahkan optimistis, Bumi Majapahit bakal menjadi pusat Halal Value Chain (HVC) pada masa mendatang.

Selain sertifikasi halal, Pemerintah Provinsi Jatim juga akan melakukan berbagai inovasi. Seperti, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta pengembangan sentra-sentra kuliner halal.

Di samping itu, Pemprov Jatim juga akan berupaya mendorong pembentukan pusat-pusat halal (Halal Center), yang berfungsi sebagai lembaga pendampingan halal bagi industri. K

hususnya IKM dan lembaga yang menghasilkan rekomendasi teknologi dalam pengembangan industri halal.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore