Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Januari 2024 | 00.15 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi di Sejumlah Wilayah Jateng dan DIJ

Ilustrasi hujan lebat. - Image

Ilustrasi hujan lebat.

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (.BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng). Kondisi itu diperkirakan terjadi pada 4-10 Januari 2024, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi

”Bahkan hari ini (4/1), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pegunungan tengah Jateng, Jateng bagian selatan dan barat, serta beberapa wilayah lain,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Kamis (4/1).

Menurut dia, potensi cuaca ekstrem tersebut sudah terjadi sejak akhir Desember 2023 dan diprakirakan masih akan berlangsung hingga 10 Januari 2024. Berdasar data yang dirilis BMKG, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu kondisi dinamika atmosfer. Antara lain Monsun Asia musim dingin yang diasosiasikan sebagai musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah di sekitar wilayah Indonesia.

”Dengan demikian pertumbuhan awan hujan pada periode Januari ini diprediksikan cukup intens,” terang Teguh Wardoyo.

Selain itu, kata dia, aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini sudah mulai memasuki wilayah Indonesia. Dalam sepekan ke depan, secara tidak langsung dapat memicu peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah.

Menurut dia, kondisi tersebut diperkuat dengan adanya aktivitas gelombang Rossby di wilayah Indonesia bagian barat. Diperkirakan bertahan hingga lima hari ke depan.

”Faktor dinamika lain yang turut memperkuat potensi tersebut adalah terbentuknya pola pertemuan angin serta belokan angin di sekitar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan,” papar Teguh Wardoyo.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana hidrometeorologi, untuk mewaspadai potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, tanah bergerak, dan angin puting beliung, saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Sementara itu, BMKG Jogjakarta juga mengimbau warga mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang selama sepekan ke depan.

”Berdasarkan analisis terkini diidentifikasi hingga sepekan ke depan terdapat kondisi dinamika atmosfer yang memicu adanya potensi cuaca ekstrem,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta Warjono.

Selain mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang, Warjono juga meminta warga DIJ yang tinggal di daerah bertopografi curam, bergunung, atau tebing dan rawan longsor, serta banjir, tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem.

”Termasuk banjir bandang, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang,” tutur Warjono.

BMKG Stasiun Meteorologi Jogjakarta merinci, pada 5 Januari, hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kota Jogjakarta, Sleman, Bantul bagian Utara dan Tengah, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Berikutnya pada 6 Januari, potensi serupa di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Kemudian pada 7 Januari, potensi terjadi di Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul.

”Dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat turut memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor di beberapa daerah di DIJ,” ujar Warjono. 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat, ada 93 rumah rusak ringan hingga parah akibat angin kencang yang menerjang wilayah itu pada Rabu (3/1).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore