Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2024 | 05.44 WIB

Pemkab Kediri Normalisasi Aliran Sungai di Kapas-Kunjang

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau aliran sungai Dusun Bungkul, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang. - Image

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau aliran sungai Dusun Bungkul, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang.

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur, segera melakukan normalisasi sungai yang terjadi pendangkalan di Dusun Bungkul, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang. Sehingga alirannya lebih normal dan tidak meluap ke sawah warga.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, mengecek langsung sungai tersebut. Warga banyak mengeluhkan air sungai meluap ke lahan persawahan warga, karena mengalami pendangkalan.

”Kalau air masuk ke lahan pertanian warga akhirnya tanaman rusak. Supaya tidak terjadi gagal panen, kami lakukan normalisasi,” kata Hanindhito Himawan Pramanaseperti dilansir dari Antara di Kediri, Rabu (3/1).

Dia telah menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kediri segera melakukan pengecekan dan menindaklanjuti rencana normalisasi itu. Sepanjang bantaran sungai banyak dipenuhi tanaman-tanaman liar. Begitu pula di bawah jembatan banyak menumpuk sampah yang terbawa arus sungai.

Dia juga meminta warga semua ikut gotong royong membersihkan saluran air tersebut. Hal itu juga memudahkan langkah normalisasi yang segera dilakukan di sepanjang aliran sungai tersebut.

”Saya mengimbau warga Desa Kapas untuk kerja bakti,” ujar Hanindhito Himawan Pramana.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Bungkul, Desa Kapas, Samad, mengaku prihatin dengan kondisi sungai saat ini. Sehingga, dia mengadukan masalah itu ke pemkab. Apalagi keberadaan sungai itu sangat penting bagi petani. Salah satunya untuk keperluan irigasi.

Dia juga berterima kasih aduannya ditanggapi pemkab. Bahkan, bupati turun langsung melihat kondisi sungai. Kendati kondisi hujan, tidak menyurutkan langkah bupati meninjau kondisi sungai di desanya.

”Sangat senang, karena langsung ditanggapi bupati. Harapannya air tidak meluber ke lahan pertanian,” kata Samad.

Samad menambahkan, luapan air langsung terlihat ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Air meluap hingga ke lahan warga terutama yang lokasinya paling dekat dengan sungai. Bahkan tidak jarang, karena luapan air tersebut, warga gagal panen karena tanaman busuk.

Dia berharap, normalisasi sungai secepatnya dilakukan, sehingga warga tidak terlalu cemas dengan kondisi tanaman. Ada puluhan hektare lahan pertanian yang airnya juga mengandalkan aliran air dari sungai tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore