
Kapolda Jogjakarta Irjen Pol Asep Suhendar (tengah) menunjukkan barang bukti ganja dalam bentuk kemasan saat konferensi pers di Mapolda Jogjakarta, Selasa (8/2). Luqman Hakim/Antara
JawaPos.com–Kepolisian Daerah Istimewa Jogjakarta mengungkap ladang ganja seluas dua hektare yang ditanami 20.000 pohon ganja di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
”Dari 20.000 pohon ganja ini, kalau dihitung 1 kg terdiri atas 10 batang pohon ganja setinggi 2 meter maka berat (total) mencapai 2 ton atau 2.000 kg,” kata Kapolda Jogjakarta Irjen Pol Asep Suhendar seperti dilansir dari Antara di Mapolda Jogjakarta, Selasa (8/2).
Asep menuturkan, ladang ganja yang terungkap pada 3 Februari itu merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tiga pengedar narkoba DD 18; RD, 24; dan BM, 19; di Condong Catur, Depok, Kabupaten Sleman, D.I. Jogjakarta pada Desember 2021. Dari DD polisi menyita ganja seberat 2,1 kg, RD 3,5 kg, dan BM 1,79 kg.
Menurut Asep, sebelum ke Jogjakarta tersangka RD sempat menjual kepada MA, 51, di Bandung sebanyak 2,4 kg ganja dan kepada AS, 38, di Bogor sebanyak 1 kg pada 24 Desember 2021. Baik MA maupun AS telah diringkus Tim Polda Jogjakarta.
”Polisi mendapatkan keterangan bahwa ganja diambil langsung (DD, RD, dan BM) dari JU di Deli Serdang, Medan,” terang Asep.
Di Deli Seradang, petugas Ditresnarkoba Polda Jogjakarta menangkap tersangka JU, 34, dengan menyita barang bukti (BB) seberat 10 kg ganja kering. JU kemudian mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari AGM yang kemudian berhasil diringkus di kediamannya di Aceh Tamiang, Aceh, dengan BB seberat 80 kg ganja.
”Dari pengembangan tersangka AGM ini, Polda DIY mendapatkan informasi dan menemukan ladang ganja seluas dua hektare,” papar Asep.
Terkait puluhan ribu pohon ganja itu, kata dia, kepolisian telah melakukan pemusnahan dan penyisihan sebagian untuk barang bukti. ”Ini adalah pengungkapan kasus ganja berskala nasional jaringan Sumatera dan Pulau Jawa,” ucap Asep.
Direktur Resnarkoba Polda Jogjakarta Kombespol Adhi Joyokusumo menuturkan nilai ekonomi 20.000 pohon ganja yang ditanam di ladang itu diperkirakan mencapai Rp 14 miliar dengan asumsi Rp 7 juta per kg.
”Di sana (Aceh) laku Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu, begitu sampai di sini (Jogjakarta) bisa sampai Rp 7 juta per kg,” ujar Adhi.
Puluhan ribu pohon ganja itu, tambah dia, ditanam AGM dan kelompoknya. Sebelum diedarkan, mereka mengemas daun ganja yang telah dipanen dan dikeringkan di sejumlah gubuk di ladang tersebut.
”Para pelaku mengemas semua ganja di gubuk-gubuk di ladang. Jadi mereka membawa turun ganja sudah dalam bentuk kemasan,” papar Adhi.
Dia menuturkan, dalam penelusuran ladang ganja itu, Ditresnarkoba Polda Jogjakarta menerjunkan 16 anggota dengan di-back up 11 personel Polres Gayo Lues. Untuk sampai ke lokasi, tim kepolisian harus menempuh perjalanan hingga 6 jam dengan menyeberangi sungai dan tebing.
”Kurang lebih 12 jam pulang pergi, naik 6 jam dan turun 6 jam. Jadi perjuangan para anggota sangat luar biasa untuk menemukan lokasi ladang ganja tersebut,” ujar Adhi.
Dia menambahkan, Polda Jogjakarta masih akan mengembangkan kasus tersebut dengan menelusuri siapa saja yang masuk dalam kelompok tersangka AGM. ”Kami masih mempelajari lagi lingkarannya (AGM) siapa saja,” kata Adhi.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 114 (2) sub pasal 111 ayat (2) lebih sub pasal 127 ayat (1) huruf a UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Kalau dengan barang bukti segini ya hukuman mati,” ucap Adhi Joyokusumo.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
