Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Februari 2022 | 12.48 WIB

Jogjakarta Deteksi Penularan Covid-19 dari Kontak Erat Sangat Tinggi

Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi. Eka A.R./Antara - Image

Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi. Eka A.R./Antara

JawaPos.com–Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogjakarta mendeteksi kasus penularan virus korona jenis baru dari kontak erat, dalam beberapa hari ini cukup tinggi. Sehingga, kondisi itu berpengaruh pada naiknya kasus aktif.

”Kenaikan kasus sebagian besar disebabkan hasil penelusuran kontak erat. Jadi, ada penularan lokal,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jogjakarta Heroe Poerwadi seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta.

Menurut dia, terjadi pergeseran penularan kasus, yaitu dari awalnya pelaku perjalanan menjadi penularan lokal di masyarakat. Meskipun belum bisa disebut sebagai klaster penularan karena terjadi secara menyebar di berbagai wilayah.

Dia belum dapat memastikan penyebab penularan dari kontak erat yang cukup tinggi tersebut karena varian Omicron atau masih terkait virus varian lain, seperti Delta. ”Penularan belum bisa dikatakan meluas di satu komunitas, seperti yang dikhawatirkan disebabkan oleh varian Omicron, tetapi kami tetap mengirim sampel untuk diuji di laboratorium,” ujar Heroe.

Meskipun terjadi peningkatan kasus, sebagian besar pasien yang terkonfirmasi positif tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga menjalani isolasi mandiri di rumah. ”Mereka tidak bergejala, tetapi mendapat hasil tes positif karena menjadi kontak erat pasien,” terang Heroe.

Heroe mengatakan, sejumlah upaya terus dilakukan untuk menekan potensi meluasnya kasus penularan di masyarakat. Salah satunya mengatur kembali berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan, hingga kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

Heroe yang juga Wakil Wali Kota Jogjakarta itu mengatakan, sudah minta sejumlah organisasi perangkat daerah untuk merumuskan aturan kegiatan di masyarakat. Seperti pertemuan di kampung dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Jogjakarta, lanjut dia, juga sudah diatur menjadi 50 persen dari kapasitas. ”Yang jelas, protokol kesehatan harus tetap dilakukan secara disiplin,” kata Heroe.

Pada Kamis (3/2), di Kota Jogjakarta tercatat ada tambahan 60 kasus baru Covid-19, sehingga total kasus aktif di kota tersebut meningkat menjadi 170 kasus.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore