Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Oktober 2018 | 23.41 WIB

Pemkot Batam Serahkan Bantuan Rp 1 M untuk Korban Gempa Lombok

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyerahkan bantuan Batam peduli gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). - Image

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyerahkan bantuan Batam peduli gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyerahkan bantuan Batam peduli gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penyerahan bantuan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Pemko Batam, Firmansyah di kantor Gubernur NTB, Mataram. Bantuan itu diterima Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Siti Rohmi Djalilah, Selasa (23/10).


Total bantuan dari masyarakat Batam senilai Rp 1.024.966.100‎. Menurut Firman, bantuan senilai itu bersumber dari gerakan peduli Lombok sebesar Rp 824.966.100. Selain itu, ada dari Kementrian Agama Kota Batam menyumbang sebanyak Rp 200 juta.


"Ada juga Rp 260 juta dalam bentuk pembagunan satu masjid dan empat ruang kelas di pesantren di Gunung Sari Lombok Barat," beber dia.


Selain Firman, pada kesempatan itu turut hadir perwakilan Kementrian Agama Kota Batam, H Sarbaini; Ketua MUI Batam, KH Usman Ahmad; Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam, Ustad Sarifudin dan Tagana Batam.‎

‎"Bantuan ini merupakan hasil kegiatan Batam Peduli Lombok yang digagas Pak Wali Kota Batam HM Rudi. Bantuan digalang dari kotak di jalan, OPD, sekolah, serta elemen masyarakat Batam," jelas Firman.‎

Dikatakan Firman, bantuan itu wujud kepedulian dan empati terhadap warga Lombok yang tertimpa bencana gempa beberapa waktu lalu. Dimana, bantuan ini dibawa langsung dan serahkan dalam bentuk cek dan dilengkapi berita acara. Distribusi bantuan sendiri akan dilakukan Pemerintah Provinsi NTB, ke kabupaten/kota yang terdampak gempa.


"Kami yakin, Pemprov lebih memahami daerah-daerah yang akan dibantu," imbuh Firman. ‎

Saat menerima bantuan itu, Wagub NTB Hj Siti Rohmi menyampaikan terima kasih atas nama masyarakat NTB. Dijelaskannya, gempa di wilayahnya masih sering terjadi. Bahkan, dari Juli sampai saat ini NTB di guncang gempa lebih dari 2 ribu kali.


"Dan yang besar, Agustus kemarin. Itu yang terdampak pada kerusakan bangunan, baik milik masyarakat atau fasilitas umum," bebernya.


Diakuinya, di Pulau Lombok, seluruh kabupaten/kota terkena dampak dan di Pulau Sumbawa. Utamanya di Sumbawa dan Sumbawa besar. Tercatat 200 ribu bangunan rusak dan saat ini telah diverifikasi pemerintah kabupaten/kota sebanyak 80 ribu rumah masyarakat rusak berat.

"Selain itu, kerusakan di fasilitas umum. Seperti sekolah, rumah sakit, pesantren dan lain sebagainya," imbuh Siti Romli. ‎


Saat ini diakui, masyarakat NTB sudah mulai bangkit dengan gerakan NTB Bangkit. Gerakan itu untuk kembali membangun NTB agar pulih seperti sediakala. Pembangunan sendiri sudah mulai dilakukan usai gempa sejak Oktober. Di sisi lain, bencana gempa yang terjadi di Lombok NTB menjadi pelajaran masyarakat untuk memperhatikan keberadaan bangunan.


"Ini pelajaran bagi kita semua, baik dari aspek keselamatan bangunan, tata ruang, mitigasi bencana dan pendidikan kebencanaan bagi anak-anak," imbuhnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore