
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan kompensasi dari Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Timur atas warga terdampak pelebaran Jalan Manyar. / (Radar Gresik)
JawaPos.com – Sejumlah warga yang tanahnya terdampak proyek penunjang Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (KEK JIIPE), dikabarkan telah menerima uang ganti rugi.
Diketahui, warga yang terdampak proyek pelebaran Jalan Raya Manyar ini telah menerima uang ganti rugi senilai Rp 4,8 miliar untuk total lahan terdampak yang luasnya sekitar 797 meter persegi.
Dilansir Radar Gresik (JawaPos Grup), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, proses pembebasan lahan warga untuk proyek KEK JIIPE ini akan dilakukan dengan prosedur hukum yang jelas.
"Mudah-mudahan yang kita lakukan ini terus berkelanjutan di tahun yang akan datang. Kami tidak akan bermain-main dalam pengadaan lahan tersebut. Artinya kita sesuaikan dengan prosedur payung hukum yang jelas," terang Fandi.
Fandi menambahkan, pembebasan lahan dan pemberian uang ganti rugi itu sangat penting dilakukan karena merupakan salah satu upaya untuk mensinergikan seluruh lapisan masyarakat dengan pemerintah, mulai dari tingkat daerah, provinsi, dan pusat.
Sehingga diharapkan nantinya, proyek pelebaran Jalan Raya Manyar ini sejatinya belum rampung ini dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan penolakan dari pihak manapun.
Sementara itu, diketahui pelebaran jalan yang dikerjakan adalah sepanjang 2,3 kilometer. Dan saat ini, progresnya baru rampung sepanjang 1,3 kilometer.
Lebih lanjut, Fandi juga berharap agar persoalan pembebasan lahan untuk sisa ruas Jalan Raya Manyar yang akan dilebarkan ini bisa selesai dalam waktu tiga bulan kedepan.
"Syukur-syukur pembebasan lahan untuk sisa ruas jalan yang akan dilebarkan bisa selesai dalam tiga bulan kedepan," ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
"Sehingga Kementerian PU bisa mengeksekusi kembali proses proyek sisa dari 1,3 Km hingga tuntas mencapai 2,3 Km. Kemudian dibangun juga jembatan kembar yang juga akan dibangun Kementerian PU," lanjutnya.
Meskipun belum rampung secara keseluruhan, manfaat dari proyek pelebaran Jalan Raya Manyar ini sudah dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Hal itu terlihat dari berkurangnya titik kemacetan di ruas jalan tersebut.
Apalagi fungsi jalan tersebut untuk menunjang kehadiran KEK JIIPE. Sehingga kedepan diharapkan manfaat jangka panjang jalan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Gresik.
Terkait deadline proyek pelebaran jalan tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, Akmizal mengatakan bahwa proyek pelebaran jalan sepanjang 2,3 Km ini harus tuntas di 2024.
“Kami berharap sinergi yang baik bisa terus terjalin antara Kementerian PUPR, Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Akmizal, seperti yang dikutip Radar Gresik (JawaPos Grup).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
