Sepanjang JLS Tulungagung.
JawaPos.com – Sebagai langkah antisipasi lonjakan wisatawan seperti pada puncak libur Natal kemarin, Satlantas Polres Tulungagung akan memberlakukan penerapan rekayasa lalu lintas di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung selama libur tahun baru 2024. Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Irawan membenarkan hal tersebut.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas ini diberlakukan karena adanya potensi terjadinya peningkatan arus lalu lintas pada masa libur tahun baru 2024. Prediksi tersebut berdasarkan dari evaluasi arus lalu lintas yang terjadi pada puncak libur Natal beberapa waktu lalu, yang menunjukkan sejumlah peningkatan di beberapa titik JLS Tulungagung.
Jodi juga mengungkapkan bahwa, pemberlakukan rekayasa lalu lintas di JLS Tulungagung ini akan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari Sabtu (30/12) sampai dengan Senin (1/1) mendatang. Selama periode penerapan rekayasa lalu lintas berlangsung, pintu masuk menuju JLS Tulungagung akan ditutup mulai dari pukul 16.00 WIB.
Tujuannya, agar tidak ada lagi wisatawan yang masuk pada ruas jalan JLS Tulungagung dan menambah kemacetan wisatawan yang akan pulang. Namun perlu diperhatikan bahwa, pemberlakukan rekayasa lalu lintas di JLS Tulungagung tersebut tidak berlaku bagi wisatawan yang memiliki tiket penginapan di resort Pantai Midodaren.
Pada saat itu, pihaknya juga akan memberlakukan sistem one way di beberapa titik wilayah JLS Tulungagung, mulai dari Pantai Klatak, Gemah, Midodaren, hingga simpang tiga JLS di Kecamatan Besuki.
Sementara itu, untuk wisatawan yang masih berada di kawasan pantai pada pukul 16.00 WIB, akan tetap diperbolehkan untuk keluar jalur wilayah JLS Tulungagung. Arus balik akan diarahkan ke arah Tulungagung, bukan mengarah ke kawasan Prigi Trenggalek.
"Jadi mulai pukul 16.00 WIB, sudah tidak ada wisatawan yang boleh masuk kawasan JLS. Kalau yang masih ada disana (Pantai) diperbolehkan, nanti kalau bisa pulangnya sebelum atau sesudah maghrib," ucapnya.
Tidak hanya itu, Jodi juga memperingatkan bahwa wisatawan tidak diperbolehkan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) di kawasan JLS Tulungagung selama pemberlakuan tersebut. Jodi mengimbau kepada masyarakat yang akan berkunjung ke JLS Tulungagung agar tidak menghentikan kendaraannya di bahu jalan. Sebab, dapat mengakibatkan kemacetan di jalan kawasan JLS Tulungagung.
"Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan dari petugas. Kalau ada wisatawan yang berhenti di tepi jalan dan diminta untuk pindah oleh petugas, harap dimaklumi karena ini bersangkutan dengan arus lalu lintasnya," pungkasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
