
Para petani yang menggunakan sistem tumpang sari di Gunung Kidul terancam gagal panen karena hujan tidak kunjung turun. (Radar Jogja)
JawaPos.com – Kondisi suhu yang panas dan cuaca terik saat siang hari terutama di wilayah selatan ekuator walau musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Desember.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Instagramnya @infobmkg, kondisi hujan yang belum turun kembali dan cuaca terik yang terjadi di wilayah selatan ekuator disebabkan karena aktivitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan sehingga menyebabkan berkurangnya aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator.
Kondisi ini juga diakibatkan kandungan uap air yang sedikit di selatan ekuator serta kurangnya pertumbuhan awan hujan di daerah Jawa dan Nusa Tenggara.
Dengan begitu sinar matahari intens langsung ke permukaan bumi di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara.
Kondisi cuaca terik saat musim hujan ini berakibat pada sektor pertanian seperti yang dialami para petani yang mengandalkan hujan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Seorang Petani, Karti, mengatakan, lahan tumpangsari yang ditanam kacang, ketela, dan padi terancam gagal panen akibat hujan yang tak kunjung turun.
“Tanaman sudah mulai tumbuh, mudah-mudahan segera turun hujan,” ucapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunung Kidul, Rismiyadi, pihaknya menurunkan petugas lapangan untuk melakukan pemantauan terutama pertanian tadah hujan.
“Petani yang melakukan ngawu-ngawu atau menanam padi sebelum hujan datang dan tidak mendapatkan hujan benihnya bisa tidak tumbuh,” ucapnya Selasa (19/12).
Hasil identifikasi kondisi tanaman diharapkan akan segera terbit dan digunakan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan potensi tanaman gagal tumbuh.
“Kalau tanaman sudah tumbuh, seandainya akhir bulan ini hujan, tanaman masih bisa diselamatkan,” pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
