Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Desember 2021 | 02.23 WIB

Lima Ekor Harimau Terpantau di areal Konservasi Muara Merang Sumsel

Petugas dari PT Rimba Hutani Mas (RHM) memasang kamera trap di kawasan hutan konservasi di Sumatera Selatan sebagai upaya untuk melindungi dan mengetahui jumlah harimau Sumatera. Nova Wahyudi/Antara - Image

Petugas dari PT Rimba Hutani Mas (RHM) memasang kamera trap di kawasan hutan konservasi di Sumatera Selatan sebagai upaya untuk melindungi dan mengetahui jumlah harimau Sumatera. Nova Wahyudi/Antara

JawaPos.com–Lima ekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terpantau berada di areal Konservasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kelima hewan langka itu dalam keadaan sehat.

Forest Sustainability Head PT Rimba Hutani Mas (RHM) Bambang Abimanyu mengatakan, kondisi lima harimau itu teramati melalui kamera trap yang dipasang di enam titik yang diperiksa setiap 40 hari. ”Usia harimau ini berkisar 2–6 tahun,” kata Bambang seperti dilansir dari Antara.

Dari lima ekor harimau itu, tiga di antaranya sudah diberi nama oleh tim konservasi Kesatuan Pengeloaan Konservasi Hutan (KPHP) Muara Merang. Yakni Abimanyu, Metia, dan Rolf.

”Sejauh ini, berdasar hasil riset tim konservasi diketahui jelajah dari harimau itu berkisar 11 kilometer per hari,” tutur Bambang.

Mereka diperkirakan mendapatkan pasokan pakan yang mencukupi karena kawasan jelajahnya berada di lanskap kawasan hutan lindung Sembilang (di perbatasan Sumsel dan Jambi) yang terbilang masih alami.

Habitat harimau itu berada di kawasan konservasi Merang yang luasnya 18.000 hektare. Kawasan itu juga masuk dalam area Taman Nasional Berbak-Sembilang dan Suaka Margasatwa Dangku. Di kawasan konservasi itu juga masih terjaga habitat fauna dan flora asli. Di antaranya buaya Senyulong.

”Belum didapati laporan mengenai konflik manusia dengan harimau di kawasan tersebut apalagi jarak antara kawasan hutan lindung dengan warga terbilang cukup jauh yakni 10 kilometer,” terang Bambang.

Namun sebagai upaya menjaga kelangsungan hidup hewan tersebut, lanjut Bambang, tim konservasi rutin melakukan patroli keliling, sosialisasi kepada masyarakat sekitar, dan aktif melakukan sisir jerat. Sisir jerat tersebut dilakukan secara berkesinambungan sejak 2016 untuk mencegah perburuan liar terhadap harimau dan fauna lain yang dilindungi.

Dia mengatakan, sebenarnya upaya perlindungan satwa itu sudah dilakukan PT RHM selaku mitra pemasok APP Sinar Mas sejak 2013 karena memiliki areal konsesi di kawasan Lanskap Sembilang sekitar 67 ribu hektare. ”Terkadang kami melihat jejak harimau dan ada juga karyawan yang mengalami perjumpaan langsung,” kata Bambang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore