BKSDA Bengkulu Investigasi Temuan Bangkai Sumatera dalam Genangan Air di Mukomuko
JawaPos.com - Sempat muncul di media sosial, temuan bangkai Harimau Sumatera dalam genangan air di wilayah Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu kini diinvestigasi. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menugaskan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu untuk mendalami temuan tersebut.
Harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumatrae merupakan salah satu satwa liar dilindungi. Kelestarian satwa tersebut sangat dijaga oleh pemerintah.
Sebab, Harimau Sumatera termasuk salah satu satwa yang nyaris punah. Untuk itu, setelah menerima laporan awal dari masyarakat pada Kamis (30/4), BKSDA Bengkulu langsung bergerak cepat.
Atas arahan Kemenhut, mereka langsung menindaklanjuti informasi tersebut. Tim dari BKSDA Bengkulu segera berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penelusuran. Pada Jumat (1/5), BKSDA Bengkulu bersama petugas Polsek Penarik dan petugas Taman Nasional Kerinci Seblat bergerak ke lokasi temuan satwa tersebut.
”Kami menaruh perhatian serius terhadap setiap kejadian yang melibatkan satwa dilindungi, khususnya Harimau Sumatera sebagai spesies kunci,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi dalam keterangan resmi pada Sabtu (2/5).
Dari hasil identifikasi awal, satwa tersebut merupakan Harimau Sumatera berjenis kelamin jantan. Saat pertama kali ditemukan, kondisinya masih dalam keadaan utuh. Hingga saat ini, BKSDA Bengkulu masih melakukan pendalaman. Mereka akan melakukan melalui nekropsi serta analisis laboratorium guna menemukan penyebab pasti kematian Harimau Sumatera tersebut.
Tim dokter hewan juga dijadwalkan segera melakukan pemeriksaan di lokasi temuan bangkai Harimau Sumatera itu. Sampai Jumat malam, BKSDA Bengkulu belum bisa melakukan nekropsi. Sebab, kondisi di lokasi sudah malam dan turun hujan. Selain itu, es pendingin yang dibutuhkan untuk sampel juga belum tersedi. Karena itu, nekropsi direncanakan dilakukan hari ini Pos Resor Air Hitam.
”Saat ini tim di lapangan tengah melakukan penanganan dan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum,” lanjut Ristianto.
Kemenhut, kata dia, memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berbasis ilmiah. Itu sangat penting sebagai bagian dari komitmen menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Kemenhut juga tidak akan menutup mata dan bakal menindak tegas bila ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam temuan tersebut.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
