Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2023 | 19.17 WIB

Kejam dan Licik! Pembunuh Berantai Asal Wonogiri Nekat Menumbuk Tulang Korban hingga Mengelabui Polisi

Tersangka Sarmo si serial killer saat dihadapkan kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12).

JawaPos.com - Bak pesikopat di film-film, warga Wonogiri digegerkan dengan pemberitaan mengenai tertangkapnya pembunuh berantai yang sudah cukup lama meresahkan warga sekitar.

Sarmo, lelaki berumur 35 tahun yang merupakan tersangka pembunuhan berantai asal Wonogiri itu bukan hanya kejam, tetapi juga terbilang licik.

Berbekal kelicikannya itu, Sarmo sempat mengelabui kecurigaan polisi ketika menanganinya dalam kasus pembunuhan sebelumnya, mengingat bukti yang pada saat itu belum memadai.

Diketahui sebelumnya, dirinya tertangkap bukan karena kasus pembunuhan, tetapi karena kasus pencurian yang dilakukannya di wilayah Kecamatan Ngadirojo bulan November lalu.

Padahal sebelum Sarmo tertangkap sebagai pencuri, pihak Polres Wonogiri menyatakan telah mencurigainya terkait kasus pembunuhan berantai namun terbentur minimnya saksi dan bukti.

"S (Sarmo) ini sudah dipantau oleh polisi sejak dulu. Karena dulu alat bukti kurang, dipantau terus. Hingga akhirnya kita bisa ungkap kasus ini," Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat jumpa pers di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12), seperti dikutip dari Radar Madiun (JawaPos Grup).

Kapolres Wonogiri akhirnya mengungkapkan bahwa Sarmo merupakan pelaku dari pembunuhan dua orang yang bernama Agung Santosa dan Sunaryo.

Kedua korban diketahui adalah rekan bisnis pelaku, Sarmo. Keduanya dibunuh lantaran persoalan utang piutang.

Kedua korban dibunuh dengan cara diracun menggunakan minuman yang telah dicampur apotas.

Meski dibunuh dengan cara yang sama, namun jarak waktu pembunuhan antara keduanya berbeda.

Diketahui, Agung Santosa meninggalkan rumahnya di Klaten pada 24 November 2021. Sejak saat itu Agung tak pernah kembali, dan keluarganya pun sudah melaporkan ke pihak berwajib.

Sementara itu, Sunaryo meninggalkan rumah pada 27 April 2022. Sunaryo adalah korban kedua aksi pembunuhan berantai Sarmo.

Sarmo sempat tidur di atas kuburan Agung dan Sunaryo sebelum akhirnya ia membakar dan menumbuk tulang belulang mereka ditempatnya masing-masing.

"Tulangnya (korban) kemudian diangkat lagi, dibakar. Kemudian tulang-tulangnya ditumbuk," terang Kapolres Wonogiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore