Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2023 | 22.35 WIB

Selain Indonesia, 6 Negara Ini Juga Menjadi Tempat Bagi Pengungsi Rohingya Selama Berabad-Abad

potret pengungsi Rohingya./Reuters - Image

potret pengungsi Rohingya./Reuters

JawaPos.com - Kebijakan diskriminatif pemerintah Myanmar sejak tahun 1970-an, memaksa ratusan ribu Muslim Rohingya meninggalkan rumah mereka.

Dilansir JawaPos.com, Rohingya adalah etnis Muslim minoritas yang bermazhab Sunni tapi dengan corak Sufisme.

Mereka terpaksa berpindah dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha tersebut karena kebijakan diskriminatif Myanmar menyebabkan adanya genosida terhadap Rohingya.

Imbasnya, banyak orang-orang Myanmar dari etnis Rohingya yang melarikan diri serta mencari tempat perlindungan di negara lain.

Sudah berabad-abad pengungsi Rohingya terbesar di beberapa bagian negara. Tak sedikit juga dari negara-negara tersebut yang awalnya menerima, akhirnya mengusir mereka.

Orang-orang pribumi di negara-negara yang menjadi tempat pengungsian Rohingya Myanmar, banyak yang merasa tidak nyaman dan terganggu karena tingkah etnis tersebut yang beberapa kali menimbulkan kerusakan.

Dikutip JawaPos.com dari wionews.com, berikut beberapa negara yang menjadi tempat bagi pengungsi Rohingya Myanmar.

1. Bangladesh

Arakan Utara, yang terdiri dari kota-kota Maungdaw dan Buthidaung, sejak akhir abad kedelapan belas telah menjadi wilayah yang sering dilanda kerusuhan dan arus pengungsi.

Ribuan warga Rohingya mengungsi ke tempat yang sekarang disebut Bangladesh ini dalam empat periode waktu berbeda, yakni akhir tahun 1700-an dan awal tahun 1800-an, tahun 1940-an, tahun 1978, dan terakhir tahun 1991-1992.

Dilansir dari unrefugees.org, lebih dari 960.000 pengungsi Rohingya tinggal di Bangladesh dan mayoritas menetap di sekitar kamp pengungsian Kutupalong dan Nayapara di wilayah Cox's Bazar Bangladesh.

2. Arab Saudi

Dikutip JawaPos.com dari Aljazeera, sebagian besar Rohingya memasuki Arab Saudi pada tahun 2012, dengan tujuan untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Dr. Abdullah Al-Rabeeah, penasihat Pengadilan Kerajaan dan pengawas umum Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief), dalam saudigazette.com.sa, mengatakan bahwa Arab Saudi telah menampung lebih dari 260.000 pengungsi Rohingya sejak awal konflik di Myanmar.

3. Pakistan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore