
lustrasi Balita di Jombang meninggal setelah disengat Tawon Vespa (Sumber: Pixabay/culen)
JawaPos.com - Balita berinisial DEP (3) Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia akibat sengatan tawon vespa.
Tak hanya DEP yang disengat, Ibu dan neneknya yaitu Sumilah (37) dan Sukarti (50) juga mendapat serangan tawon vespa.
Diketahui, dua korban sengatan tawon vespa tersebut, masih harus dirawat di fasilitas kesehatan.
Seperti dilansir JawaPos.com dari Radar Jombang (Jawa Pos Group) pada Sabtu (9/12), ketua RW 4 Dusun Ngemplak Khamim, menyampaikan jika peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/12) siang.
Dikatakannya, pada siang itu DEP dengan Ibu dan Neneknya tengah berjalan menuju jalan di belakang rumahnya. Ketiganya, bermaksud hendak pergi ke kediaman tetangganya.
Namun saat melintasi dekat rumpunan bambu, diketahui pada waktu yang bersamaan pemilik tanah sedang memotong bambu dan sarang tawon vespa sedang ada di atasnya.
"Asal mulanya tawon vespa itu di bambu, nah posisi bambunya itu dipotong, maksudnya membersihkan jalan," kata Khamim Jumat (8/12) yang dikutip JawaPos.com dari Radar Jombang (Jawa Pos Group) pada Sabtu (9/12).
Baca Juga: Pengemis Perempuan Muda Asal Jombang Terjaring Satpol PP di Ponorogo, Hanya Bermodal Kardus untuk Menginap di Hotel
Ia menjelaskan, jika bambu yang menjadi sarang tawon vespa itu pun jatuh tak jauh dari DEP, ibu dan neneknya yang sedang berjalan kaki.
"Ya anaknya dikerubuti dan disengat tawon, ibunya juga berupaya melindungi, kena sengatan juga, begitupun dengan neneknya," tuturnya.
Akibat tragedi nahas serangan sengatan tawon vespa itu, Sumilah dan Sukanti dilarikan ke Puskesmas Kesamben untuk segera mendapatkan perawatan.
Sedangkan DEP dibawa ke RSUD Jombang karena mengalami luka parah akibat sengatan tawon vespa tersebut.
Putri sulung Sumilay itu akhirnya meninggal dunia pada Jumat sore, sekitar pukul 16.00 WIB.
"Korban meninggal di rumah sakit. Ini tadi habis magrib sudah dimakamkan. Kalau ibu dan neneknya masih dirawat," terangnya.
Kemudian Kepala Dusun Ngemplak, Adis Umayanto menyampaikan jika sarang tawon langsung dievakuasi warga setelah menyengat satu keluarga.
Saat ini, dari pihak pemerintahan desa telah meminta bantuan petugas BPBD Jombang untuk mengevakuasi sarang tawon lainnya di Desa Podoroto.
"Kalau kemarin itu sudah dievakuasi oleh warga, sempat dibakar juga," imbuhnya.
"Namanya tawon kan masih ada, meski sarangnya sudah tidak ada. Ini tadi meminta BPBD untuk mengevakuasi sarang lainnya," tuntas Adis Umayanto.
***

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
