
Pantauan udara lokasi kejadian terseretnya tiga pelajar asal Surakarta di Pantai Parangtritis, Kamis (7/12).
JawaPos.com–Keganasan ombak Pantai Selatan kerap menyeret wisatawan yang sedang menikmati pantai. Selain ombak, Pantai Selatan Jawa seperti Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), memiliki palung yang memiliki tarikan yang kuat.
Keganasan Pantai Selatan pada Kamis (7/12) di Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, menyeret tiga pelajar asal Surakarta. Peristiwa itu bermula ketika korban bersama rombongan datang menggunakan bus ke Pantai Parangtritis pukul 09.30. Rombongan itu berjumlah 58 orang yang terdiri atas 43 siswa dan 15 pendamping.
Saat siswa putri foto bersama, beberapa siswa putra bermain air. Ketiga korban menceburkan diri ke air dan asyik berenang. Mereka tidak sadar berenang di kawasan palung dan terlalu tengah.
Saat berenang, ombak besar datang dan menyeret ketiga pelajar tersebut. Petugas SAR yang mengetahui pun langsung menyelamatkan para korban. Namun, satu korban hilang ditelan ombak dan Tim SAR gabungan berupaya melakukan pencarian.
Salah satu penyebab yang biasa terjadi di Pantai Selatan karena rip current. Yakni arus yang bergerak dari pantai menuju laut yang dapat terjadi setiap hari dengan kondisi bervariasi. Mulai dari yang kecil, pelan, dan tidak berbahaya, hingga arus yang dapat menyeret orang ke tengah laut dan dibangun oleh hubungan antara gelombang yang datang menuju pantai dan morfologi pantai.
Rip Current dapat terpusat melewati jalur yang sempit atau rip channel yang mengalir kuat ke arah laut dari zona hempasan melintasi gelombang pecah hingga laut lepas pantai. Rip current atau arus retas dapat bergerak ke arah laut dengan kecepatan hingga 2 meter/detik.
Arus retas di pesisir Kabupaten Bantul dapat dikenali dari pantai berpasir yang memiliki bentuk seperti tanduk dan perairan di dekat pantai terbentuk endapan sedimen yang berbentuk seperti bulan sabit. Arus yang kerap menelan korban itu memiliki lebar sekitar 15-90 meter.
Jika dilihat dengan mata, arus itu memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan sekitarnya. Selain itu, ombak juga tidak tampak pecah seperti di kedua sisinya. Jika terdapat benda seperti kayu atau rumput laut akan tampak terbawa menjauh ke arah laut lepas.
Jika terjebak dalam rip current, jangan panik dan meminta pertolongan orang yang melihat di pantai. Selain itu, jangan melawan arus yang menuju laut lepas melainkan berenang keluar arus dengan arah mengikuti garis pantai. Selain itu, jika melihat orang terjebak di wilayah rip current minta bantuan dari Tim SAR yang sedang bertugas.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
