
Tangkapan layar foto Muhammad Alpikri saat di Gunung Marapi
JawaPos.com - Ada puluhan pendaki yang sempat selamat dari erupsi Gunung Marapi pada Minggu (3/12). Di antaranya pendaki dari kelompok mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP). Namun, tidak demikian dengan Muhammad Alpikri, 19. Mahasiswa PNP itu meninggal dunia saat Gunung Marapi memuntahkan erupsi pada Minggu siang pukul 14.55.
Pada Selasa (5/12), rekan-rekan Muhammad Alpikri dari PNP hadir di rumahnya, di Kalumpang Bandar Buat, Lubukkilangan, Padang. Kehadiran mahasiswa PNP itu dalam kondisi duka. Kehilangan kerabat yang ikut menjadi korban meninggal dunia kala erupsi.
Gita kerabat Alpikri menjelaskan, ibu korban pada hari Minggu pagi telah meminta korban untuk pulang. “Ya, bagaimana lagi, Muhammad Alpikri terjebak, dan menjadi korban erupsi Gunung Marapi,” ucap seperti yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group) pada Selasa (5/12)
Setelah diotopsi di RS Achmad Mochtar, Bukittinggi, jenazah Alpikri sudah tiba di rumah duka pada pukul 04.00 dini hari. “Hari ini sebelum Zuhur, jenazah Muhammad Alpikri akan dikebumikan di kuburan kaum yang tidak jauh dari rumah,” tambahnya.
Zikri, rekan korban di PNP menambahkan, Alpikri baru pertama kali melakukan pendakian ke Gunung Marapi. “Setahu saya, dia pertama melakukan pendakian, dan dia berangkat berombongan berjumlah 18 orang, 14 orang mahasiswa PNP, dan 4 orang ibu mahasiswa PNP dan rekan dari rombongan mahasiswa PNP,” jelasnya.
Direktur PNP Surfa Yondri turut hadir hadir mengantarkan jenazah Alpikri ke pemakaman. Dia menuturkan, jumlah mahasiswa PNP yang melakukan pendakian berjumlah 14 orang.
"Dari 14 orang itu dua orang mahasiswa PNP ditemukan sudah meninggal dunia," ungkap Surfa Yondri. Adapun yang meninggal adalah Muhammad Teguh Amanda yang beralamat di Lubuak Aluang dan Muhammad Alpikri yang beralamat di Bandar Buat.
Surfa Yondri menambahkan, dua orang mahasiswa PNP yang bernama Bima Pratama dan Irvanda mulya sudah berada di rumah. Dua mahasiswa lainnya sedang mendapat perawatan di RSUD Padangpanjang, dua lainnya mendapat perawatan di RSUP M Djamil Padang.
“Saat ini mahasiswa PNP yang belum ditemukan berjumlah 6 orang. Kita sama-sama berdoa, berharap sisa rombongan mahasiswa PNP dan para pendaki lain bisa ditemukan,” harapnya.
Keberangkatan mahasiswa PNP yang menjadi korban erupsi, menurut Surfa Yondri tidak terlibat kegiatan dari kampus. “Mereka melakukan pendakian atas inisiatif sendiri. Jadi tidak ada hubungan dengan kegiatan kampus. Namun, PNP turut menerjunkan tim untuk membantu satgas dalam melakukan pencarian korban,” tutupnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
