Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 21.42 WIB

Baru Pertama Kali Naik Gunung, Mahasiswa Politeknik Jadi Korban Meninggal kala Marapi Erupsi

Tangkapan layar foto Muhammad Alpikri saat di Gunung Marapi - Image

Tangkapan layar foto Muhammad Alpikri saat di Gunung Marapi

JawaPos.com - Ada puluhan pendaki yang sempat selamat dari erupsi Gunung Marapi pada Minggu (3/12). Di antaranya pendaki dari kelompok mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP). Namun, tidak demikian dengan Muhammad Alpikri, 19. Mahasiswa PNP itu meninggal dunia saat Gunung Marapi memuntahkan erupsi pada Minggu siang pukul 14.55.

Pada Selasa (5/12), rekan-rekan Muhammad Alpikri dari PNP hadir di rumahnya, di Kalumpang Bandar Buat, Lubukkilangan, Padang. Kehadiran mahasiswa PNP itu dalam kondisi duka. Kehilangan kerabat yang ikut menjadi korban meninggal dunia kala erupsi.

Gita kerabat Alpikri menjelaskan, ibu korban pada hari Minggu pagi telah meminta korban untuk pulang. “Ya, bagaimana lagi, Muhammad Alpikri terjebak, dan menjadi korban erupsi Gunung Marapi,” ucap seperti yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group) pada Selasa (5/12)

Setelah diotopsi di RS Achmad Mochtar, Bukittinggi, jenazah Alpikri sudah tiba di rumah duka pada pukul 04.00 dini hari. “Hari ini sebelum Zuhur, jenazah Muhammad Alpikri akan dikebumikan di kuburan kaum yang tidak jauh dari rumah,” tambahnya.

Zikri, rekan korban di PNP menambahkan, Alpikri baru pertama kali melakukan pendakian ke Gunung Marapi. “Setahu saya, dia pertama melakukan pendakian, dan dia berangkat berombongan berjumlah 18 orang, 14 orang mahasiswa PNP, dan 4 orang ibu mahasiswa PNP dan rekan dari rombongan mahasiswa PNP,” jelasnya.

Direktur PNP Surfa Yondri turut hadir hadir mengantarkan jenazah Alpikri ke pemakaman. Dia menuturkan, jumlah mahasiswa PNP yang melakukan pendakian berjumlah 14 orang.

"Dari 14 orang itu dua orang mahasiswa PNP ditemukan sudah meninggal dunia," ungkap Surfa Yondri. Adapun yang meninggal adalah Muhammad Teguh Amanda yang beralamat di Lubuak Aluang dan Muhammad Alpikri yang beralamat di Bandar Buat.

Surfa Yondri menambahkan, dua orang mahasiswa PNP yang bernama Bima Pratama dan Irvanda mulya sudah berada di rumah. Dua mahasiswa lainnya sedang mendapat perawatan di RSUD Padangpanjang, dua lainnya mendapat perawatan di RSUP M Djamil Padang.

“Saat ini mahasiswa PNP yang belum ditemukan berjumlah 6 orang. Kita sama-sama berdoa, berharap sisa rombongan mahasiswa PNP dan para pendaki lain bisa ditemukan,” harapnya.

Keberangkatan mahasiswa PNP yang menjadi korban erupsi, menurut Surfa Yondri tidak terlibat kegiatan dari kampus. “Mereka melakukan pendakian atas inisiatif sendiri. Jadi tidak ada hubungan dengan kegiatan kampus. Namun, PNP turut menerjunkan tim untuk membantu satgas dalam melakukan pencarian korban,” tutupnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore