
Kondisi tanaman di Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terdampak abu vulkanik, Senin (4/12).
JawaPos.com–Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat lebih dari dua ribu hektare lahan pertanian di wilayah setempat terkena dampak abu vulkanik dan pasir pasca erupsi Gunung Marapi, Minggu (3/12) siang.
Tercatat sejumlah lahan komoditas seperti padi, tebu, dan tanaman lain diselimuti abu vulkanik. ”Seluas 2.141 hektare lahan pertanian diselimuti abu vulkanik Gunung Marapi. Yang terdampak adalah jenis padi, tebu, dan tanaman hortikultura,” kata Kepala Dinas Pertanian Agam Afniwirman, di Lubuk Basung seperti dikutip dari Antara.
Dari sekitar dua ribu hektare itu, rinciannya adalah padi sekitar 1.100 hektare, lahan tebu sekitar 700 hektare, dan tanaman hortikultura sekitar 340 hektare. Namun Afni menyatakan, yang paling parah terdampak adalah tanaman hortikultura cabai, kol, bawang prey, dan lainnya.
”Untuk kerugian secara ekonomi belum bisa kami perkirakan,” ujar Afniwirman.
Dia menambahkan, lokasi lahan pertanian terdampak itu tersebar di Kecamatan Sungai Pua, Canduang, Banuhampu, dan Ampek Angkek.
”Ini berdasar pendataan yang kami lakukan di kecamatan sekitar Gunung Marapi tersebut,” imbuh Afniwirman.
Afni mengungkapkan, menurut keterangan beberapa petani, tanaman terdampak itu bisa diselamatkan jika wilayah tersebut diguyur hujan. Untuk mengatasi itu, sebagian petani menyiram tanaman mereka dengan air, sehingga abu vulkanik tersebut hilang.
”Petani menyiram tanaman menggunakan mesin semprot pestisida, sehingga abu vulkanik bisa hilang,” kata Afniwirman.
Afni juga mengimbau petani tidak melakukan aktivasi sekitar tiga kilometer dari puncak gunung. Jika beraktivitas di lahan, mereka harus menggunakan masker dan tutup kepala agar terhindar dari dampak erupsi itu.
”Karena saat ini kondisi Gunung Marapi masih mengeluarkan abu vulkanik dan petani harus tetap waspada,” ucap Afni.
Sementara itu, Gunung Marapi, Selasa (5/12) pagi, kembali erupsi berdasar pengamatan dari Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Sumatera Barat.
”Pagi ini (5/12), Gunung Marapi kembali erupsi dengan tinggi kolom abu tidak teramati pukul 06.13, 06.14, dan 06.24 WIB, dengan amplitudo maksimum 30 milimeter,” kata Kepala PGA Marapi Ahmad Rifandi.
Selama dua hari, Minggu (3/12) hingga Senin (4/12), telah terjadi 46 kali erupsi dan 66 kali embusan serta letusan kembali terjadi pada Selasa pagi.
”Selama dua hari total 46 erupsi dan 66 kali embusan yang terjadi dengan erupsi eksplosif pertama kali pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak atau 5.891 meter di atas permukaan laut,” kata Rifandi di Bukittinggi, Selasa (5/12).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
