
Ilustrasi
JawaPos.com - Berpoligami tidak melulu dengan sesama manusia. Ada pula masnusia yang berpoligami dengan basngsa jin. Mereka umumnya yang terbelenggu kemiskinan menjadikan ritual satu ini sebagai jalannya.
Muhamad Arif Al Fajar
Di Bogor, tidak sedikit yang menjalani poligami macam ini. Salah satu tepat berpoligami dengan jin yakni di Gunung Salak. Gunung dengan segudang keangkeran ini sering dijadikan ritual poligami manusia dengan jin.
Perkawinan kedua dengan jin ini dilakukan oleh orang-orang yang kepepet atau terdesak kebutuhan ekonomi. Selain itu, perkawinan manusia dengan jin ini juga kerap dilakukan untuk mendongkrak bisnis atau usaha seseorang agar lebih maju.
Radar Bgor (Jawa Pos Group) pun mencoba menelusuri warga bogor yang berpoligami dengam jin melalui salah satu ahli superanatural yang tinggal di kaki Gunung Salak, Kamatan Cigombong. Abah Anom Jaya (54) ia dipanggil. Lokasinya di barat daya dari pintu masuk pendakian Gunung Salak.
Setibanya di rumah Abah Anom Jaya, seperti pada umumnya, ia menyambut kedatangan tamunya dengan ramah. Kalimat dan kata-kata sambutan pun moncer dari mulut pria paruh baya itu. Dari mimik muka dan gaya bicaranya, Abah Anom Jaya nampak tak seperti orang pada umumnya.
Auranya nampak jelas bahwa pria berbaju putih itu memiliki ilmu klenik. Tak lama berbincang, penulis langsung mengutarakan maksud kedatangan. Namun, belum sempat berkata, matanya langsung terpejam sambil berkata. “Jangan sekarang. Bulan depan saja kembali lagi kesini,” ujarnya.
Ya, tidak sembarang waktu untuk bisa menikahi dengan jin tersebut. Mereka yang ingin menikah dengan jin harus melihat tanggalan jawa. Dimana pernikahan dimulai pada Rabu Pon, Kamis Wage hingga Jumat Kliwon. “Untuk menikah dengan putri jin, harus nunggu tanggalan, gak bisa sembarangan,” tuturnya.
Tak lama, matanya terbuka kembali. Obrolan pun kembali berlanjut. Sembari ditemani kopi dan sigaret, Abah menuturkan bergabai sayarat untuk menikahi seorang putri jin di Gunung Salak. Mulai dari kembang, minyak wangi, kelapa hijau hingga ayam bakar.
Selain syarat tersebut, satu syarat utama orang yang bisa dikawinkan dengan jin harus mempunyai pekerjaan atau kegiatan bisnis. Karena jin itu tidak mendatangkan uang dalam secara langsung. “Harus sudah bekerja atau punya usaha walaupun cuma dagang. Jin itu akan membantu mencari uang dari apa yang kita kerjakan,” tuturnya.
Terkait kemusrikan, Abah tidak sependapat. Perkawinan ini hanya sebatas usaha manusia untuk memperbaiki kehidupannya. “Soal musrik atau tidak itu yang diatas yang tahu. Ini hanya salah satu ikhtiar manusia saja,” imbuhnya.
Menurutnya, yang melakukan pernikahan dengan jin ini berasal dari Bogor, Jakarta dan Bandung. Mereka melakukan semuanya sudah beristri. “Abah sudah menikahkan lebih dari 130 orang. Semuanya sudah beristri. Dan alhamdulilah semuanya sukses,” tukasnya. (all/yuz/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
