Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 November 2016 | 13.08 WIB

Hii.. Tempat Nyaman Manusia Berpoligami dengan Jin, Sudah Ada 130 Pasangan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Berpoligami tidak melulu dengan sesama manusia. Ada pula masnusia yang berpoligami dengan basngsa jin. Mereka umumnya yang terbelenggu kemiskinan menjadikan ritual satu ini sebagai jalannya.



Muhamad Arif Al Fajar



Di Bogor, tidak sedikit yang menjalani poligami macam ini. Salah satu tepat berpoligami dengan jin yakni di Gunung Salak. Gunung dengan segudang keangkeran ini sering dijadikan ritual poligami manusia dengan jin.



Perkawinan kedua dengan jin ini dilakukan oleh orang-orang yang kepepet atau terdesak kebutuhan ekonomi. Selain itu, perkawinan manusia dengan jin ini juga kerap dilakukan untuk mendongkrak bisnis atau usaha seseorang agar lebih maju.



Radar Bgor (Jawa Pos Group) pun mencoba menelusuri warga bogor yang berpoligami dengam jin melalui salah satu ahli superanatural yang tinggal di kaki Gunung Salak, Kamatan Cigombong. Abah Anom Jaya (54) ia dipanggil. Lokasinya di barat daya dari pintu masuk pendakian Gunung Salak.



Setibanya di rumah Abah Anom Jaya, seperti pada umumnya, ia menyambut kedatangan tamunya dengan ramah. Kalimat dan kata-kata sambutan pun moncer dari mulut pria paruh baya itu. Dari mimik muka dan gaya bicaranya, Abah Anom Jaya nampak tak seperti orang pada umumnya.



Auranya nampak jelas bahwa pria berbaju putih itu memiliki ilmu klenik. Tak lama berbincang, penulis langsung mengutarakan maksud kedatangan. Namun, belum sempat berkata, matanya langsung terpejam sambil berkata. “Jangan sekarang. Bulan depan saja kembali lagi kesini,” ujarnya.



Ya, tidak sembarang waktu untuk bisa menikahi dengan jin tersebut. Mereka yang ingin menikah dengan jin harus melihat tanggalan jawa. Dimana pernikahan dimulai pada Rabu Pon, Kamis Wage hingga Jumat Kliwon. “Untuk menikah dengan putri jin, harus nunggu tanggalan, gak bisa sembarangan,” tuturnya.



Tak lama, matanya terbuka kembali. Obrolan pun kembali berlanjut. Sembari ditemani kopi dan sigaret, Abah menuturkan bergabai sayarat untuk menikahi seorang putri jin di Gunung Salak. Mulai dari kembang, minyak wangi, kelapa hijau hingga ayam bakar.



Selain syarat tersebut, satu syarat utama orang yang bisa dikawinkan dengan jin harus mempunyai pekerjaan atau kegiatan bisnis. Karena jin itu tidak mendatangkan uang dalam secara langsung. “Harus sudah bekerja atau punya usaha walaupun cuma dagang. Jin itu akan membantu mencari uang dari apa yang kita kerjakan,” tuturnya.



Terkait kemusrikan, Abah tidak sependapat. Perkawinan ini hanya sebatas usaha manusia untuk memperbaiki kehidupannya. “Soal musrik atau tidak itu yang diatas yang tahu. Ini hanya salah satu ikhtiar manusia saja,” imbuhnya.



Menurutnya, yang melakukan pernikahan dengan jin ini berasal dari Bogor, Jakarta dan Bandung. Mereka melakukan semuanya sudah beristri. “Abah sudah menikahkan lebih dari 130 orang. Semuanya sudah beristri. Dan alhamdulilah semuanya sukses,” tukasnya. (all/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore