Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 15.48 WIB

BPKAD Jatim Optimalkan Literasi dan Digitalisasi Keuangan Menuju Masyarakat Mandiri Secara Finansial

Forum literasi dan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah BPKAD Jatim. - Image

Forum literasi dan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah BPKAD Jatim.

JawaPos.com–Literasi dan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah menjadi agenda Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Jawa Timur yang ditekankan kepada masyarakat pada akhir 2023.

Kepala BPKAD Jawa Timur Aris Mukiyono mengakui banyak masyarakat yang sudah mengadaptasi sistem keuangan berbasis digital. ”Kami memiliki tugas untuk mengoptimalkan pemahaman digitalisasi keuangan kepada masyarakat,’’ ucap Aris Mukiyono pada forum Literasi dan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Tulungagung.

Aris menjelaskan, penggunaan dan pemahaman sistem keuangan berbasis digital yang optimal akan membawa kesuksesan. Yakni sukses mandiri secara finansial. Pihaknya meyakini BPKAD tidak bisa bergerak sendiri. Karena itu, BPKAD Jawa Timur menggandeng Bank Jatim untuk menyosialisasikan kepada masyarakat.

”Kami sudah berkeliling ke berbagai daerah untuk optimalisasi pemahaman serta mendorong kemajuan masyarakat dalam bidang inklusi keuangan,’’ ucap Aris Mukiyono.

Program tersebut selaras dengan target Presiden Joko Widodo yang menginginkan inklusi keuangan di Indonesia mencapai 90 persen pada 2024. BPKAD Jawa Timur menyinergikan berbagai unsur, utamanya Bank Jatim untuk merealisasikan harapan dan target tersebut. Beberapa daerah yang sudah disisir BPKAD Jawa Timur adalah Bondowoso, Jember, Surabaya, Tuban, Tulungagung serta Kediri.

Konsep literasi dan digitalisasi di dua kota tersebut sama dengan lain. Forum itu dihadiri UKM, UMKM, dan masyarakat. Narasumbernya terdiri atas Bank Jatim dan BPKAD Jatim. Antusiasme peserta sangat bagus. Rasa penasaran terhadap sistem keuangan berbasis digital mendorong peserta banyak bertanya ke narasumber.

Aris menyampaikan optimalisasi pemahaman inklusi keuangan pada program tersebut, disampaikan Bank Jatim. Materi yang dipaparkan meliputi konsep dan manfaat sistem keuangan berbasis digital, serta akses permodalan.

”Jadi, dua nilai yang bisa ditarik pada program ini, yakni memahami digitalisasi keuangan dan akses permodalan,’’ ungkap Aris Mukiyono.

Pimpinan Cabang Bank Jatim Tulungagung Murjoko mengapresiasi program tersebut. Sinergi dan kolaborasi dalam menuju satu tujuan itu sangat penting. Bank Jatim selaku lembaga keuangan di bawah naungan Pemprov Jawa Timur akan turut serta dalam mengembangkan potensi ekonomi.

”Termasuk pengembangan ekonomi masyarakat, UKM, dan UMKM,” terang Murjoko.

Hal yang sama dirasakan pimpinan cabang Bank Jatim Kediri Subeki. Menurut dia sukses keuangan dan mandiri secara finansial adalah motivasi yang harus dibangun. Pemerintah provinsi bersama Bank Jatim akan selaras mewujudkan itu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara regional maupun nasional.

”Itu merupakan komitmen kami untuk masyarakat Jawa Timur,” ujar Subeki.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore