
Bayi di Tasikmalaya korban malpraktik klinik ALIFA.Instagram @nadiaanastasyasilvera
JawaPos.com - Warganet sedang dihebohkan dengan dugaan kasus malpraktik sebuah klinik di Tasikmalaya usai viralnya berita di akun Instagram @nadiaanastasyasilvera pada Sabtu, (11/11).
Kasus malpraktik klinik di Tasikmalaya itu mulai ramai karena menyebabkan bayi prematur seberat 1,7 KG meninggal dunia.
Hal tersebut terjadi karena pihak klinik melakukan sesi newborn photography pada bayi yang prematur itu untuk kebutuhan konten promosi klinik.
Sementara, menurut keterangan orang tua dan keluarga bayi, mereka sama sekali tidak mengetahui bahkan sampai memberi izin kepada klinik untuk melakukan sesi foto tersebut.
Diketahui pemilik akun bernama @nadiaanastasyasilvera merupakan kakak dari ayah kandung bayi yang meninggal.
Menurut keterangannya, usai dilahirkan, bayi tersebut diduga tidak dirawat sesuai prosedur perawatan bayi prematur yang benar.
Bayi mungil yang seharusnya dimasukan ke inkubator dalam keadaan telanjang, malah justru diselimuti dengan kain tebal seperti selimut untuk kebutuhan sesi foto itu.
Dikutip JawaPos.com, dari akun @nadiaanastasyasilvera, ayah korban, Erlangga Surya Pamungkas telah membuat surat aduan atas dugaan malpraktik oleh pihak klinik, yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.
Dalam surat tersebut, Erlangga menjelaskan kronologi lengkap mulai dari meninggalnya sang buah hati hingga sebut pelayanan klinik yang buruk.
Kejadian bermula pada tanggal 13 November sekitar pukul 16.00 WIB, istrinya Nisa Armila dengan diantar oleh kakaknya, datang ke Klinik Alifa di Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Tasikmalaya karena merasa sudah tidak kuat dan merasakan kontraksi hebat.
Diketahui usia kehamilan tepat 36 minggu atau 9 bulan. Namun, saat itu bidan klinik mengatakan bahwa ini baru pembukaan ke-2, dan menyuruh Nisa pulang.
Malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, Nisa kembali ke klinik dengan ditemani suaminya Erlangga yang kebetulan saat itu sudah dirumah.
Namun, respon bidan yang sedang berjaga di malam itu amat sangat buruk, bahkan bidan tersebut mengatakan bahwa pemeriksaan akan dilakukan pukul 24.00 WIB.
Pada pukul 22.00 WIB, akhirnya Nisa mendapat penanganan setelah sebelumnya banyak keluar darah dan air ketuban di toilet pada pukul 21.30 WIB.
Diketahui, bidan tersebut melakukan penanganan bersama para mahasiswa yang sedang praktik di klinik tersebut.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
