Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 21.07 WIB

Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Diduga Korban Malpraktik Sesi Newborn Photography. Berikut Kronologinya

Bayi di Tasikmalaya korban malpraktik klinik ALIFA.Instagram @nadiaanastasyasilvera - Image

Bayi di Tasikmalaya korban malpraktik klinik ALIFA.Instagram @nadiaanastasyasilvera

JawaPos.com - Warganet sedang dihebohkan dengan dugaan kasus malpraktik sebuah klinik di Tasikmalaya usai viralnya berita di akun Instagram @nadiaanastasyasilvera pada Sabtu, (11/11).

Kasus malpraktik klinik di Tasikmalaya itu mulai ramai karena menyebabkan bayi prematur seberat 1,7 KG meninggal dunia.

Hal tersebut terjadi karena pihak klinik melakukan sesi newborn photography pada bayi yang prematur itu untuk kebutuhan konten promosi klinik.

Sementara, menurut keterangan orang tua dan keluarga bayi, mereka sama sekali tidak mengetahui bahkan sampai memberi izin kepada klinik untuk melakukan sesi foto tersebut.

Diketahui pemilik akun bernama @nadiaanastasyasilvera merupakan kakak dari ayah kandung bayi yang meninggal.

Menurut keterangannya, usai dilahirkan, bayi tersebut diduga tidak dirawat sesuai prosedur perawatan bayi prematur yang benar.

Bayi mungil yang seharusnya dimasukan ke inkubator dalam keadaan telanjang, malah justru diselimuti dengan kain tebal seperti selimut untuk kebutuhan sesi foto itu.

Dikutip JawaPos.com, dari akun @nadiaanastasyasilvera, ayah korban, Erlangga Surya Pamungkas telah membuat surat aduan atas dugaan malpraktik oleh pihak klinik, yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Dalam surat tersebut, Erlangga menjelaskan kronologi lengkap mulai dari meninggalnya sang buah hati hingga sebut pelayanan klinik yang buruk.

Kejadian bermula pada tanggal 13 November sekitar pukul 16.00 WIB, istrinya Nisa Armila dengan diantar oleh kakaknya, datang ke Klinik Alifa di Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Tasikmalaya karena merasa sudah tidak kuat dan merasakan kontraksi hebat.

Diketahui usia kehamilan tepat 36 minggu atau 9 bulan. Namun, saat itu bidan klinik mengatakan bahwa ini baru pembukaan ke-2, dan menyuruh Nisa pulang.

Malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, Nisa kembali ke klinik dengan ditemani suaminya Erlangga yang kebetulan saat itu sudah dirumah.

Namun, respon bidan yang sedang berjaga di malam itu amat sangat buruk, bahkan bidan tersebut mengatakan bahwa pemeriksaan akan dilakukan pukul 24.00 WIB.

Pada pukul 22.00 WIB, akhirnya Nisa mendapat penanganan setelah sebelumnya banyak keluar darah dan air ketuban di toilet pada pukul 21.30 WIB.

Diketahui, bidan tersebut melakukan penanganan bersama para mahasiswa yang sedang praktik di klinik tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore