Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 19.32 WIB

Banyuwangi Raih Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Khofifah

Kabupaten Banyuwangi meraih Award Peduli Ketahanan Pangan 2023 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. - Image

Kabupaten Banyuwangi meraih Award Peduli Ketahanan Pangan 2023 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

JawaPos.com–Kabupaten Banyuwangi meraih Award Peduli Ketahanan Pangan 2023 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan itu tak lepas dari upaya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam mempertahankan ketahanan pangan di Bumi Blambangan.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda pada peringatan Hari Pangan Sedunia ke-43 di Surabaya, Rabu (15/11).

”Kami bersyukur Banyuwangi mendapatkan penghargaan Peduli Ketahanan Pangan dari Provinsi Jatim kategori pemanfaatan pangan. Ini semakin meneguhkan kami untuk terus berkomitmen memajukan sektor pertanian dan pangan yang selama ini menjadi andalan daerah untuk memajukan perekonomian daerah,” kata Bupati Ipuk, Rabu (15/11).

Ipuk mengungkapkan, selama ini sebagai bentuk komitmen dan kepedulian terhadap ketahanan yang berkelanjutan. Khususnya aspek pemanfaatan pangan, pemkab terus mengembangkan sejumlah inovasi.

Sebut saja, Sister Say (Sistem Terintegrasi Ternak, Ikan, dan Sayur). Itu adalah inovasi penyediaan kebutuhan pangan lengkap bagi warga desa yang rawan stunting.

Inovasi ini mengoptimalkan aplikasi konsep urban farming yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu lahan. Di lahan tersebut tersedia tanaman sayuran, buah-buahan, serta perikanan sistem bioflok, dan kandang ternak dalam satu lahan,” ujar Ipuk.

Selain itu, lanjut dia, pemkab rutin menggelar program inkubasi sektor pertanian bagi generasi muda yang diberi nama Jagoan Tani. Disediakan hadiah berupa modal ratusan juta rupiah bagi pemenang.

”Kami ingin anak muda Banyuwangi bisa berperan terhadap pertanian Banyuwangi. Kontribusi pada PDRB terus menurun setiap tahun. Jumlah petani juga. Jagoan Tani dibutuhkan untuk menjawab itu, dan anak Banyuwangi harus muncul mendongkrak pertanian Banyuwangi,” terang Ipuk.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ilham Juanda menambahkan, Banyuwangi juga memberikan fasilitasi perizinan bidang ketahanan pangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil melalui program Imam Pesat (Implementasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan/PSAT). Dengan memiliki nomor registrasi, produk pangan tersebut lebih terjamin kualitasnya.

”Kurun waktu 2021-2022 telah teregistrasi sejumlah 51 merek dagang produk PSAT. Selanjutnya produk tersebut kita berikan pendampingan dan diarahkan untuk masuk pada e-katalog lokal guna memperluas pasarnya,” urai Ilham.

Banyuwangi juga terus mendorong masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan melalui Festival Pangan Nonberas Nonterigu/ Fepanora.

”Kegiatan ini mengedukasi masyarakat agar lebih kreatif mengolah makanan. Tidak selalu dari beras dan terigu, makanan lezat dan bergizi seimbang juga bisa diolah dari berbagai bahan lain di sekitar kita,” terang Ilham.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore