
Pejabat Wali Kota Banjarmasin Akhmad Fydayeen bertemu dengan pihak investor yang ingin mengembangkan TPA Basirih. Humas Pemkot Banjarmasin/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyetujui Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Basirih dijadikan sebagai pengolahan sampah berteknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Dengan teknologi tersebut, sampah diolah menghasilkan bahan bakar.
”Ini rencana yang sangat bagus ke depannya bagi pengembangan TPA Basirih,” ujar Pejabat Wali Kota Banjarmasin Akhmad Fydayeen seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin.
Dia menjelaskan, pengolahan sampah menjadi bahan bakar itu dilakukan bekerja sama dengan PT Talenta Bumi Energy dengan harapan mampu mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah. Saat ini, yang perlu diperhatikan agar rencana tersebut dapat segera direalisasikan adalah menyinkronkan antara kepentingan pemkot yang mewakili masyarakat dengan kepentingan swasta.
”Pembangunan TPA Basirih menjadi kawasan RDF diharapkannya dapat membantu mengatasi permasalahan sampah di perkotaan yang semakin hari kian menumpuk,” tutur Akhmad Fydayeen.
Selain menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil, dengan pengembangan kawasan itu juga akan menghasilkan peningkatan kualitas lingkungan dan dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA Sampah. Menurut Akhmad Fydayeen, rencana studi kelayakan tersebut dilaksanakan selama tiga bulan terhitung sejak 21 April.
Sementara itu, Koordinator Proyek PT Talenta Bumi Energy Deny Setiawan menyatakan, kelanjutan rencana kerja sama dengan Pemkot Banjarmasin terkait pengembangan TPA Basirih masih studi kelayakan. Studi kelayakan itu dikerjakan konsultan di Jakarta.
”Mudah-mudahan studi kelayakan ini bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Kita datang ke Banjarmasin untuk melakukan survei lapangan, meminta data-data guna menyinkronkan regulasi, sehingga keterlibatan pihak swasta ini dapat terwujud bekerja sama dengan Pemkot Banjarmasin,” ujar Deny.
Deny memastikan, apabila rencana investasi terwujud, keterlibatan dan pembinaan terhadap masyarakat di sekitar TPA Sampah Basirih tetap akan dilakukan PT Talenta Bumi Energy. ”Masyarakat sekitar tentu saja akan menjadi perhatian kami, tidak serta merta meninggalkan mereka. Karena berdasar perhitungan yang kami buat, kita tetap melibatkan masyarakat sekitar,” terang Deny.
Deny berharap agar kegiatan survei lapangan berjalan lancar, sehingga rencana pengembangan kawasan TPA Sampah Basirih menjadi RDF dapat segera direalisasikan. ”Dengan dibangunnya pabrik ini mudah-mudahan bisa mengatasi permasalahan sampah yang makin menumpuk. Sampah akan kita olah menjadi energi, sehingga tidak menumpuk lagi, bahkan sampah yang sudah menumpuk bisa kita tambang lagi,” terang Deny.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=66SQxLmg23c

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
